Tantang Para Raksasa Asia, Taekwondo Indonesia Dipastikan Kirim Tiga Atlet untuk Bertarung di Asian Games Nagoya 2026
- Asian Taekwondo Union
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra Perdana, menegaskan bahwa peluang masih terbuka bagi siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik.
PBTI menyebut dua tiket dari sektor kyorugi yang baru saja dipastikan bukanlah milik individu atlet yang bertanding di Mongolia karena yang lolos adalah nomor atau kelas pertandingan, bukan atletnya.
"Jadi nantinya siapa saja yang mewakili Indonesia, bisa saja bukan Bassam atau Raihan," ujar Pino.
"PBTI akan mencari yang terbaik di kelas itu makanya akan diadakan monitoring," kata Pino.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa persaingan internal tim nasional masih akan berlangsung.
Sehingga, PBTI akan terus melakukan pemantauan untuk menentukan atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia pada kelas under 68 kilogram dan under 80 kilogram putra.
Salah satu ajang penting dalam proses tersebut adalah Kejuaraan Satria Nusantara yang akan berlangsung di Bandung pada 3-5 Juli 2026 mendatang.
Di balik itu semua, PBTI menilai pencapaian meraih dua tiket tambahan ke Asian Games Nagoya 2026 bukan sekadar angka.
Tiga nomor yang berhasil diamankan menjadi penanda bahwa proses pembinaan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Catatan ini juga seakan menjadi validasi bahwa para atlet Indonesia mampu bersaing di level Asia yang semakin kompetitif.
Dan yang membuat pencapaian ini semakin bernilai adalah kualitas persaingan yang akan dihadapi Indonesia di Nagoya nanti.
Nantinya para wakil Indonesia akan bertarung dengan Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Jepang, hingga Tiongkok yang terus meningkatkan kualitas pembinaan mereka.
Dengan kata lain, tiga tiket yang telah diamankan Indonesia bukan sekadar hak untuk tampil di Nagoya.
Tiga tiket itu juga merupakan undangan untuk masuk ke arena persaingan paling elite di benua Asia.
Load more