Padahal sudah Punya Megatron, Pelatih Hyundai Hillstate Masih Resah Jelang V-League
- KOVO
tvOnenews.com – Kehadiran pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi (Megatron) ternyata belum sepenuhnya membuat pelatih Suwon Hyundai E&C Hillstate Kang Sung-hyung tidur tenang.
Menjelang bergulirnya kompetisi V-League 2026/2027, sang juru taktik secara terbuka mengutarakan keresahannya menyusul perombakan besar-besaran di dalam skuadnya.
Hyundai Hillstate terpaksa memutar otak setelah middle blocker veteran Yang Hyo-jin (37) memutuskan pensiun usai membela klub selama 19 musim.
- Instagram @hdecvolleyballteam
Kehilangan pilar jangkung legendaris tersebut secara otomatis memangkas tinggi benteng pertahanan tengah sekaligus merusak skema serangan cepat yang selama ini menjadi senjata andalan.
"Hyo-jin memainkan peran penting, tetapi saya khawatir tinggi badan kami telah berkurang," ujar Kang Sung-hyung dilansir dari Seoul Shinmun.
Guna mengantisipasi lubang besar di sektor tengah, Kang Sung-hyung merombak total pola permainan Hyundai Hillstate dengan mengalihkan tumpuan serangan ke sektor sayap (wing spiker).
Perekrutan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri menjadi bagian vital dari skenario anyar ini. Megatron diproyeksikan menjadi mesin pencetak poin utama yang memborbardir pertahanan lawan dari sisi luar lapangan.
- KOVO
"Sekarang, kami berencana untuk memainkan gaya voli di mana kami mencetak banyak poin dari sisi lapangan. Meskipun ada tantangan dengan perubahan pemain, saya juga bersemangat dengan gaya voli yang berbeda," ungkap pelatih yang menukangi Hillstate sejak 2021 tersebut.
Selain krisis perombakan taktik, kendala lain yang membayangi persiapan Hyundai Hillstate adalah terhambatnya pemusatan latihan tim.
Proses pematangan chemistry tim terganggu lantaran tiga pemain inti mereka—Lee Ye-rim, Kim Da-in, dan Na Hyun-soo—harus memenuhi panggilan membela Timnas Putri Korea Selatan di ajang Asian Games.
Kondisi ini membuat waktu persiapan efektif tim kian terdesak. Meski diterpa sederet kendala dan hanya memiliki waktu kurang dari 50 hari, Kang Sung-hyung bertekad membawa timnya bangkit usai dua musim beruntun gagal melangkah ke babak final.
Load more