News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akui Dua Pertandingan Terakhir Red Sparks Tampil Mengecewakan, Ko Hee-jin Sebut Permasalahan Utama Tim Adalah...

Pelatih tim Daejeon Red Sparks, Ko Hee-jin, mengaku dirinya kecewa dengan penampilan anak asuhnya pada dua pertandingan terakhir di Liga Voli Korea musim ini.
Jumat, 17 Januari 2025 - 16:43 WIB
Ko Hee-jin beri Megawati Hangestri Instruksi
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, mengaku dirinya kecewa dengan penampilan anak asuhnya pada dua pertandingan terakhir di Liga Voli Korea musim ini.

Meski berhasil memecahkan rekor yang bertahan selama 15 tahun, Ko Hee-jin tetap kecewa dengan penampilan anak asuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan tanpa alasan, Ko Hee-jin kecewa karena di dua pertandingan tersebut Red Sparks harus bersusah payah meraih kemenangan hingga set kelima.

Red Sparks vs IBK Altos (sumber: KOVO)

Terlebih pada pertandingan melawan IBK Altos, Red Sparks sempat unggul dengan skor set 2-0, namun kemudian kehilangan dua set hingga memasuki set kelima.

Hal tersebut membuat Ko Hee-jin sangat kecewa dengan performa anak asuhnya yang sangat mudah kehilangan konsentrasi.

Melansir dari laman The Spike Ko Hee-jin mengatakan kalau dirinya akan berbicara dengan para pemain.

"Dua pertandingan terakhir mengecewakan,” kat Ko Hee-jin. 

"Kami perlu mempersiapkan diri dengan lebih baik. Saya pikir perlu berbicara lebih banyak dengan para pemain," sambungnya.

Red Sparks (sumber: Instagram.com/red_sparks)

Ko Hee-jin juga menyoroti penampilan para pemain di posisi middle blocker yang menurutnya buruk di laga tersebut.

"Middle blocker nol poin, hingga pada akhirnya, (Park) Eun-jin melakukan sesuatu," katanya sambil meninggikan suaranya.

Dirinya juga menyinggung permasalahan saat melawan GS Caltex di laga sebelumnya yang kembali terulang saat berjumpa IBK Altos.

Ko Hee-jin menilai jika hilangnya konsentrasi yang membuat ritme permainan rusak menjadi salah satu penyebab utama buruknya permainan Red Sparks.

"Permasalahan yang terjadi pada pertandingan GS Caltex terulang kembali. Saya pikir kita harus segera menyelesaikannya," katanya.

“Middle blocker semuanya perlu ditingkatkan, konsentrasi dan ritme juga, jika itu sudah kacau maka tidak mudah untuk menyatukannya kembali," sambungnya.

"Saya pikir kami perlu meningkatkan diri melalui latihan dan komunikasi untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red Sparks sendiri akan melanjutkan perjalanan mereka di putaran keempat V league musim ini saat berjumpa Hi-Pass Sabtu (18/1/2025) mendatang.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat (Kalbar) dan PCNU Kabupaten Kayong Utara turut meluruskan informasi terkait namanya yang disebut ikut serta dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni Ikapete di MPR RI beberapa waktu lalu.
Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT