News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Habiskan 3,3 Miliar Won di Awal Musim, Tim Baru Eks Kapten Red Sparks Malah Ambyar! IBK Altos Pasrah Andalkan...

Tim yang diperkuat oleh eks kapten Red Sparks musim lalu, Lee So-young, yakni IBK Altos harus menerima kenyataan pahit di gelaran Liga Voli Korea 2024/2025.
Selasa, 25 Februari 2025 - 13:19 WIB
Skuad IBK Altos
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Tim baru dari eks kapten Red Sparks, Lee So-young, yakni IBK Altos harus menerima kenyataan pahit di gelaran Liga Voli Korea 2024/2025.

Berani jor-joran di awal musim dengan mendatangkan pemain-pemain mahal, penampilan IBK Altos justru antiklimaks di V league 2024/2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, IBK Altos menggelontorkan tola 3,3 Miliar Won untuk mendatangkan sejumlah pemain baru di awal musim ini.

Eks Kapten Red Sparks, Lee So-young, berseragam IBK Altos (sumber: IBK Altos)

Nama eks kapten Red Sparks, Lee So-young menjadi pemain termahal yang mereka datangkan musim ini.

IBK Altos harus menebus Lee So-young dengan biaya sebesar 2,1 miliar Won atau setara Rp 23,9 Miliar ditambah pemain andalan mereka musim lalu, Pyo Sung-ju ke Red Sparks.

Tak hanya Lee So-young, IBK Altos juga mendatangkan middle blocker Pink Spiders, Lee Ju-ah dari Pink Spiders dengan biaya 1,2 miliar Won.

Namun sayang, langkah berani dari IBK Altos di awal musim justru tak berbuah masin di V league 2024/2025.

Pasalnya, memasuki putaran keenam IBK Altos terseok-seok di papan tengah kalsemen sementara V league.

Skuad IBK Altos (sumber: KOVO)

Meski sempat melejit di paruh pertama kompetisi, IBK Altos gagal tampil konsisten di paruh kedua kompetisi.

Alhasil, mereka tertahan di peringkat keempat dan semakin sulit untuk bisa menembus play off Liga Voli Korea musim ini.

Dengan selisih 20 poin dari Hyundai Hillstate di peringkat ketiga, IBK Altos lebih harus mewaspadai kejaran Hi Pass di bawahnya.

Pasalanya, IBK Altos hanya terpaut 2 poin dari Hi Pass di peringkat kelima dan 6 poin dari AI Peppers di peringkat keenam.

Masalah IBK Altos di Liga Voli Korea 2024/2025

Pemain IBK Altos, Lee So-young dan Viktoriia Danchak (sumber: KOVO)

Jebloknya performa IBK Altos musim ini tak bisa lepas dari penampilan para pemain andalan mereka yang tidak konsisten musim ini

Melasir dari My Daily, sejak setter utama Cheon Sin-tong kembali ke China, para pemain lokal belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Ditambah penampilan pemain veteran seperti Lee So-young, Hwang Min-kyung, dan Kim Hee-jin juga mengecewakan.

Praktis mereka hanya pasrah mengendalikan Viktoriia Danchak sebagai satu-satunya pemain yang tampil impresif di setiap laga IBK Altos.

Hal itu pun diamini oleh pelatih IBK Altos Kim Ho-chul yang mengaku jika musim ini mereka tidak bisa hidup tanpa Viktoriia Dachak.


Pelatih IBK Altos, Kim Ho-chul (sumber: KOVO)

"Saya pikir pola pikir mereka telah berubah sejak pertama kali datang ke Korea. Mereka bekerja keras, tetapi mereka berbeda dari sebelumnya," kata Kim Ho-chul.

"Akan menyenangkan jika semuanya berjalan baik di awal musim, tetapi sekarang karena semuanya tidak berjalan baik, mereka merasa kesal." sambungnya.

"Tentu saja, tim kami tidak bisa hidup tanpa Viktoriia. Saya katakan kepada Viktoriia untuk mengurangi kesalahannya, tetapi dia tidak bisa mengatasi kepribadiannya," pungkasnya.

Liga Voli Korea sendiri kini memasuki putaran keenam dan bisa menjadi kesempatan terakhir IBK Altos untuk bisa masuk ke play off.

Namun, jika melihat situasi di klasemen sekarang, peluang IBK Altos untuk bisa lolos ke play off sangat kecil.

Apalagi, laga pertama mereka di putaran keenam langsung berjumpa lawan kuat Pink Spiders.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini akan jadi laga hidup mati untuk Lee So-young Cs bisa tampil di babak play off Liga Voli Korea 2024/2025.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Penangkapan Kapal Tongkang Capicorn milik PT Putera Mineral Mandiri (PPM) yang mengangkut 25 kontainer muatan bahan mineral tambang timah dan ilminite yang akan diekspor ke Singapura menuai berbuntut panjang.
Anugerah Satyalancana Wirakarya Sektor Maritim, Kemendagri Bocorkan Tahapan Seleksi Ketat

Anugerah Satyalancana Wirakarya Sektor Maritim, Kemendagri Bocorkan Tahapan Seleksi Ketat

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Pengusulan Tahun 2025 kepada tujuh indvidu yang terdiri dari kepala daerah dan kepala perangkat daerah.
Sidang Pledoi, Nadiem Makarim Akui Tak Pernah Tandatangan Soal Pengadaan Laptop Chromebook

Sidang Pledoi, Nadiem Makarim Akui Tak Pernah Tandatangan Soal Pengadaan Laptop Chromebook

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim menjalani sidang agenda penyampaian Pledoi atau nota pembelaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dituding Mandek Kirim Nafkah Anak, Ruben Onsu Beberkan Pengeluaran Fantastis Ratusan Juta per Bulan

Dituding Mandek Kirim Nafkah Anak, Ruben Onsu Beberkan Pengeluaran Fantastis Ratusan Juta per Bulan

Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik. Kini, persoalan anak jadi babak baru yang panaskan hubungan mantan tersebut.
Teriakan Bebaskan Nadiem Makarim Bergema di Pengadilan Tipikor Jakpus

Teriakan Bebaskan Nadiem Makarim Bergema di Pengadilan Tipikor Jakpus

Para driver Gojek memadati Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat untuk mendukung mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim di sidang Pleidoi atau nota pembelaan.
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Sufmi Dasco Akui Ada Masukan dari DPR ke Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan respon terkait pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang Punya Aset Rp6,3 Miliar, Ini Rincian Properti dan Mobil Mewahnya

Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT