Pertarungan Sengit antara The Next Mega vs 'Anak Didik' Megawati Hangestri di Red Sparks Bakal Terjadi dalam Waktu Dekat? Ternyata...
- Kolase tvOnenews.com / Instagram/Instagram @jpevolley / Instagram @redsparks
tvOnenews.com - Bintang muda Red Sparks, Jeon Da-bin bakal bertemu dengan pemain yang digadang-gadang menjadi penerus Megawati Hangestri untuk abroad.
Bahkan potensinya diakui oleh pelatih asal Turki, di umur yang masih muda, sosok penerus Megatron, Junaida Santi itu dinilai bisa lebih hebat dan melampaui Mega.
Di sisi lain, Jeon Da-bin menjadi perbincangan hangat Volimania Korea saat tampil impresif di skuad Timnas Voli Putri Korea Selatan U-21.

- KOVO
Dia masuk skuad meski umurnya masih 18 tahun, tapi skill dan mentalitasnya sudah seperti para seniornya, hal itu tentu karena mendapat bimbingan dari para pemain terbaik di Red Sparks seperti Megawati Hangestri dan sang kapten Yeum Hye-seon.
Jeon Da-bin baru saja menyelesaikan musim profesional pertamanya musim 2024/2025 sebagai pemain rookie Red Sparks.
Ia berpartisipasi dalam total 14 pertandingan dan 33 set, berhasil mencatatkan 74 poin dengan keberhasilan serangan sebesar 38,55 persen.
Pevoli berusia 19 tahun itu menjalani musim yang hebat untuk seorang pemain rookie, dan melampaui apa yang ditunjukkan di dalam lapangan.
Bagaimana tidak, di situasi buruk melanda Jung Kwan Jang Red Sparks, ia diturunkan untuk pertandingan-pertandingan krusial.
Tak sekedar sebagai pemain pengganti, Jeon Da-bin menjadi MVP pertandingan saat Red Sparks mengalahkan GS Caltex.
Ko Hee-jin melakukan rotasi dengan memasukkannya Jeon Da-bin yang berposisi sebagai Outside Hitter.
Bahkan memasukkan Lee Seon-woo sebagai middle blocker, padahal posisi aslinya outsit hitter.
Hal ini tak terlepas dari cederanya pemain inti mereka yakni Vanja Bukilic dan Park Eun-jin.
"Tujuan Pelatih Koh Hee-jin adalah untuk meningkatkan rasa kompetisi tepat waktu untuk musim bola voli musim semi mendatang," tulis media Korea, The Spike.
Penampilan Jeon Da-bin pun cukup mengesankan pelatih, hingga menyelamatkan tim dalam situasi kritis hingga bisa melewati dan menjad runner-up Liga Voli Korea.
Ia juga mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim Red Sparks, bahkan dipercaya masuk skuad Korea Selatan U-21 dalam fun match melawan Thailand.
“Saya masih pemula dan masih kurang memiliki banyak keterampilan, tetapi saya senang bisa bekerja dengan saudara perempuan saya yang terampil dan berpengalaman. Merupakan pengalaman yang baik bagi saya untuk dapat berlatih dan berkompetisi dengan pemain Thailand,” ujarnya dilansir dari The Spike.
Di sisi lain, Jeon Da-bin cukup dekat dengan Megawati Hangestri Pertiwi.
Ia menjadi tandem sementara bagi Megawati Hangestri saat Vanja Bukilic mengalami cedera.

- Tangkapan layar
Bukti kedekatan keduanya saat Megatron secara khusus mengajari Jeon Da-bin cara spike yang benar.
Hal itu menjadi modal yang kuat bagi Jeon Da-bin dan diterapkan ke pertandingan.
Sementara itu, setelah sebulan lebih berpisah dari Megawati Hangestri, Jeon Da-bin dikabarkan bakal menyusul sang senior untuk bermain di Indonesia.
Bukan gabung untuk Proliga seperti Megawati Hangestri, ternyata Jeon Da-bin bakal berpartispasi dalam Kejuarana dunia Voli Putri U-21 atau FIVB Volleyball Women's U-21 World Championship yang akan digelar di Surabaya pada tanggal 4-17 Agustus 2025.
Dengan modal bermain impresif bersama Red Sparks, kini Jeon Da-bin menjadi andalan timnas Voli Putri Korea Selatan U-21.
Hal yang dinanti oleh para volimania tanah air adalah karena sosok penerus Mega yakni Junaida Santi bakal berpartisipasi dalam kejuaraan dunia tersebut dengan bergabung timnas voli Putri Indonesia U-21.
Junaida Santi baru saja membawa Jakarta Pertamina Enduro sebagai juara Proliga 2025.
Pemain berusia 17 tahun itu tampil gemilang sepanjang musim, bahkan meraih gelar individu sebagai MVP (most valuable player).
Berkat penampilan impresifnya di Proliga 2025, pemain muda potensial itu masuk ke daftar 25 pemain Timnas Voli Putri U-21 Indonesia untuk kejuaraan Dunia 2025.
Meski beda grup, para fans sudah banyak menantikan proses pertemuan dua pemain muda berbakat ini, Jeon Da-bin dan Junaida Santi
Korea Selatan tergabung dalam pul B bersama dengan China, Amerika, Meksiko, Republik Dominik, dan Kroasia.
Sementara Indonesia tergabung di pul D bersama dengan Italia, Argentina, Tunisia, Perancis dan Ukraina.
Junaida Santi, Sosok Penerus Megawati Hangestri?
Di sisi lain, dalam ajang final four Proliga 2025 muncul bintang baru dan dinilai akan menjadi suksesor Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana untuk berkarier di luar negeri.
Pemain itu adalah Junaida Santi, pevoli putri yang baru berusia 17 tahun, dan kini aktif membela Jakarta Pertamina Enduro dalam final four Proliga 2025.
Junaida Santi menjadi bagian tim dan menjadi tandem bintang Voli dunia Jordan Thompson.
Sejatinya Junaida Santi berposisi sebagai Opposite Hitter, namun kini sang pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bulent Karslioglu mencoba menggeser perannya menjadi Outside Hitter.

- Kolase ANTARA/Rizal Hanafi & KOVO
Potensi Junaida Santi pertama kali dilihat oleh Bulent Karslioglu, ia secara terang-terangan mengungkapkan bahwa anak asuhnya itu bisa mengikut jejak Megatron.
Berkaca dari performa impresifnya meski baru menginjak 17 tahun, Bulent Karslioglu yakin kalau Junaida Santi akan segera main di luar negeri.
“Kenapa tidak (Santi ke luar negeri)?,“ tegas Bulent Karslioglu dikutip dari YouTube Kompas TV.
Tidak hanya Junaida Santi, Bulent Karslioglu menegaskan bahwa Indonesia masih butuh pemain muda lainnya demi kemajuan olahraga voli di masa depan.
“Indonesia tidak hanya butuh satu pemain. Kita butuh banyak pemain dan sekarang semua orang fokus pada hasil. Tapi klub juga berusaha mengembangkan pemain baru,“ paparnya.
Tanpa ragu, Bulent Karslioglu turut menyinggung orang-orang yang kurang menyadari akan besarnya potensi dari Junaida Santi.
Mengapa saya berbicara karena saya tidak pernah membaca (pujian) 'Santi bagus', 'Santi bagus',” ujar Bulent Karslioglu.
Tanpa mengesampingkan Megawati Hangestri, Bulent Karslioglu mengutarakan bahwa publik seakan lupa terhadap potensi dari para pevoli muda Indonesia lainnya.
“Mengapa saya berbicara tentang Santi hari ini? Karena tidak ada yang fokus pada Santi, kita hanya berbicara tentang Megawati,“ tegasnya.
Sekali lagi, pelatih berkewarganegaraan Turki itu tidak mengelak kalau di masa depan, akan ada 'The Next Mega' dalam diri seorang Junaida Santi.
“Kita bangga dengan Megawati karena dia pergi ke luar negeri tapi di dalam, (ada) Santi akan segera pergi (main di luar negeri),“ tutupnya. (ind)
Load more