News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KOVO Malah Bikin Aturan yang Untungkan Pemain Asia Setelah Megawati Hangestri Pergi? Publik Korea Kesal Bukan Main: Basi!

Publik Korea ramai-ramai menggeruduk KOVO lantaran mereka membuat aturan baru yang justru untungkan pemain Asia setelah Megawati Hangestri pergi dari Red Sparks
Selasa, 1 Juli 2025 - 15:52 WIB
Megawati Hangestri dan pemain Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Publik Korea mengungkapkan kekesalan mereka lantaran KOVO memberlakukan aturan baru setelah Megawati Hangestri pergi.

Menurut mereka, aturan tersebut seharusnya diterapkan ketika Megawati Hangestri masih menimbang-nimbang apakah dia akan stay di Korea atau tidak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati Hangestri dipastikan tidak akan kembali ke Red Sparks musim depan setelah dirinya memilih untuk tak mendaftar Asian Draft Quarter V-League.

Memang, sistem yang sebelumnya dibuat KOVO menyatakan bahwa pemain yang tak mendaftar tidak bisa dipilih lagi oleh setiap klub setidaknya di musim tersebut.

Maka dari itu, pelatih Red Sparks Ko Hee-jin sempat mengeluhkan kebijakan KOVO ini yang secara tidak langsung membuatnya gagal bermain dengan Mega lagi.

“Kalau federasi mengubahnya menjadi sistem free agent, saya ingin bermain bersama Mega selama saya menjadi pelatih,“ ujar Ko Hee-jin.

Keluhan itu ternyata didengar oleh KOVO. Melalui rapat dewan direksi, sistem try out akhirnya dihapus dan digantikan jadi agen bebas untuk pemain asing atau Asia.

tvonenews

“Dewan direksi memutuskan untuk menerapkan sistem agen bebas, dimulai dengan musim 2026/27 untuk pemain Asia dan musim 2027/28 untuk pemain asing,“ rilis KOVO, Selasa (24/6/2025).

“Keputusan ini diambil karena keterbatasan sistem try out, seperti menurunnya kualitas pemain yang ikut try out dan sulitnya memilih pemain pengganti,” sambungnya.

Aturan baru KOVO tersebut langsung disambut positif oleh para penggemar. Bahkan mereka berharap jika Mega bisa kembali lagi ke Red Sparks.

Namun, ada juga publik Korea yang justru kesal lantaran kebijakan KOVO tersebut dinilai terlambat diterapkan di V-League karena Megawati Hangestri terlanjur pergi.

“Megawati akan kembali ke Red Sparks dengan status agen bebas?,“ kata judul fanbase voli Korea, Blue Locker Room.

Publik Korea berpendapat kalau saja aturan ini diberlakukan sejak musim lalu, maka Megawati Hangestri atau pemain asing V-League lainnya pasti tak akan pindah.

Sebagai informasi, sebelum ada regulasi baru tersebut, setiap pemain harus daftar ke draft try out V-League apabila masih ingin bertahan di klubnya masing-masing.

“Apakah KOVO sudah sadar? Banyak kritikan tentang metode pemilihan pemain asing dan kini mereka mengubahnya dari sistem try out menjadi agen bebas,“ jelasnya.

Sementara itu, publik Korea juga mengatakan bahwa jika regulasi KOVO ini benar-benar diterapkan di V-League musim depan, maka peluang Mega untuk comeback terbuka lebar. 

Megawati Hangestri dan pemain Red Sparks
Megawati Hangestri dan pemain Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

 

“Dengan diterapkannya agen bebas untuk kuota Asia mulai musim 2026/2027, maka pemain yang harus diperhatikan ialah Megawati Hangestri,“ kata Blue Locker Room.

“Berdiri sebagai Opposite terbaik di V-League, dia memimpin Red Sparks ke babak play-off selama dua musim berturut-turut,“ ungkapnya.

“Mega bisa masuk menjadi agen bebas pada musim 2026/2027 bahkan dengan status pemain asing bukan Asia,“ tegas fanbase Korea itu.

Walau begitu, ada kerugian yang jelas membuat Red Sparks khawatir kalau Megawati Hangestri masuk agen bebas di V-League musim 2026/2027 mendatang.

Pasalnya, Megawati Hangestri bisa dibajak oleh semua kontestan V-League sehingga Red Sparks harus bersaing dengan tim lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Namun masalahnya, Mega bisa menandatangani kontrak dengan klub manapun selain Red Sparks seperti Pink Spiders atau AI Peppers,“ pungkasnya.

(han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diduga Perawat Lalai, RSHS Bandung Minta Maaf ke Nina Saleha Ibu yang Nyaris Kehilangan Bayinya

Diduga Perawat Lalai, RSHS Bandung Minta Maaf ke Nina Saleha Ibu yang Nyaris Kehilangan Bayinya

RSHS Bandung menyampaikan permohonan maafnya kepada Nina Saleha ibu yang nyaris kehilangan anaknya.
Wamendagri Ribka Dorong Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan

Wamendagri Ribka Dorong Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan pentingnya percepatan pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah (Pemda).
Menkeu Purbaya Sebut Rp11,4 Triliun Hasil Sikat Hutan Ilegal Bisa Tambal Defisit hingga Biayai LPDP

Menkeu Purbaya Sebut Rp11,4 Triliun Hasil Sikat Hutan Ilegal Bisa Tambal Defisit hingga Biayai LPDP

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa aliran dana hasil penguasaan kembali kawasan hutan berpotensi digunakan untuk memperkuat fiskal.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Belum Mampu Atasi Unggulan Pertama, Devin/Faathir Terhenti di Perempat Final

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Belum Mampu Atasi Unggulan Pertama, Devin/Faathir Terhenti di Perempat Final

Devin/Faathir gagal melewati hadangan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae di perempat final Kejuaraan Asia 2026
Bandung Zoo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Satwa Bersama Vantara India, Pemkot Bandung Targetkan Standar Animal Welfare Internasional

Bandung Zoo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Satwa Bersama Vantara India, Pemkot Bandung Targetkan Standar Animal Welfare Internasional

Kegiatan ini berlangsung pada 10-11 April 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan satwa di Bandung Zoo sekaligus meningkatkan standar pengelolaan satwa sesuai praktik terbaik internasional.
Polisi Ungkap Tiga Preman di Tanah Abang Hancurkan Mangkuk Pedagang Bubur Positif Narkoba Sabu

Polisi Ungkap Tiga Preman di Tanah Abang Hancurkan Mangkuk Pedagang Bubur Positif Narkoba Sabu

Polisi ungkap fakta baru di balik penangkapan tiga preman yakni TDT (26), DA (36), dan OP (36) yang menghancurkan mangkuk milik pedagang bubur di Tanah Abang.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT