GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Seperti di Red Sparks, Megawati Hangestri Terancam Gagal Bersinar di Manisa BBSK jika Tak Lakukan Hal Ini ...

Megawati Hangestri terancam gagal bersinar di klub barunya Manisa BBSK, jika tak menerapkan hal ini, berkaca pada pengalaman bermain di Red Sparks dua musim.
Minggu, 17 Agustus 2025 - 19:14 WIB
Megawati Hangestri saat membela Timnas Voli Putri Indonesia
Sumber :
  • Facebook SAVA

tvOnenews.com - Terungkap salah satu rahasia Megawati Hangestri bisa tampil impresif selama dua musim membela Red Sparks, hingga bikin kejutan di Final Liga Voli Korea.

Di mana, tren positif di Red Sparks bakal terancam gagal dilanjutkan di Manisa BBSK, jika Megawati Hangestri tak menemukan hal ini, apakah itu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada musim pertama berseragam Red Sparks, sederet prestasi ia berikan untuk tim berjuluk Red Force itu, termasuk lolos ke play-off hingga mendapat undangan khusus dari Kemenpora berkunjung ke Indonesia bersama full satu tim Red Sparks.

Bukannya memudar, sinar Megawati Hangestri lebih terpancar lagi saat memasuki tahun keduanya. Ia bahkan membawa Red Sparks melampaui pencapaian musim lalu yakni mencapai babak final Liga Voli Korea.

Berkat racikan Ko Hee-jin dan dibantu oleh setter berpengalaman Yeum Hye-seon, Mega berhasil membawa Red Sparks mengalahkan juara bertahan V-League pada babak playoff hingga melaju ke babak final.

Megawati Hangestri juga memimpin Red Sparks mencatatkan 13 kemenangan beruntun dan menjaga asa untuk tampil di play-off untuk kedua kalinya sejak musim lalu.

Tak hanya itu, pencapaian individu Megawati Hangestri tak kalah mentereng. Ia berhasil menyabet dua gelar MVP di putaran ketiga hingga keempat.

Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Sumber :
  • Instagram @red__sparks

 

Saat itu, sampai bersaing ketat dengan Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.

Di samping segala pencapaian impresif selama dua musim di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri terancam gagal bersinar di klub barunya Manisa BBSK.

Salah satunya adalah tak seperti di Red Sparks, Mega perlu beradaptasi lagi dengan tipe permainan di Liga Turki dan juga chemistry di antara pemain-pemain Turki.

Faktor lainnya adalah Megawati Hangestri akan bersaing untuk posisi Opposite Spiker dengan pemain lokal yang berposisi sama di Manisa BBSK yakni Deniz Emrelli.

Tak dapat dipungkiri, salah satu keberhasilan Megatron di Red Sparks adalah karena pengatur serangan dari setter senior, Yeum Hye-seon.

Kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon mengungkapkan kelebihan Megawati Hangestri sebagai seorang Opposite Spiker. Sehingga tim berjuluk Red Force bisa tampil impresif sepanjang turnamen V-League 2024/2025.

Hal itu disampaikan Yeum Hye-seon saat melakukan wawancara khusus dengan mantan agen Megatron di Korea, yang memiliki nama kanal Youtube Negawassup.

"Pertama-tama, persentase pukulannya sangat tinggi untuk tinggi badannya, dan dia juga sangat teknis," tuturnya.

"Saya pikir saya sangat diuntungkan oleh bantuan Megawati, dan sekarang kami bersinergi, saya pikir sinergi itu sempurna, mentalitas saya sangat kuat," sambungnya.

Menurutnya, ada masa mentalnya goyah dan keadaan tidak berjalan dengan baik.

"Tetapi ada banyak waktu ketika Megawati datang kepada saya dan mengatakan,'tidak apa-apa,'" tuturnya.

"Jadi, setelah setiap pertandingan, saya berterima kasih dan meminta maaf kepada Megawati. Kami selalu membicarakannya," pungkasnya.

Setter senior di Liga Voli Korea itu juga mengungkapkan rahasia chemistry-nya bisa sangat bagus dengan Megawati Hangestri.

Salah satunya adalah komunikasi yang terus dijalin, Yeum Hye-seon selalu bertanya aliran umpan bola yang cocok dan disukai oleh Megawati Hangestri.

"Kami terus beradaptasi, seiring kami bermain dengan Mega, kami sekarang tahu jenis bola yang dia sukai," tuturnya.

"Ketika kami melakukan kesalahan, kamilah yang pertama meminta maaf, dan ketika semuanya berjalan lebih baik, kami akan bercanda dan mengatakan hal-hal seperti,'Mega, bukan ini bagus?" ucapnya mengenang kebersamaan saat bertanding.

Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Megawati Hangestri dan Yeum Hye-seon
Sumber :
  • KOVO

 

Pengalaman dari setter Red Sparks, Yeum Hye-seon, Mega perlu menjalin komunikasi dan chemistry yang kuat dengan setter Manisa BBSK.

Sementara itu di klub barunya, Manisa BBSK, kemungkinan besar Mega akan dibantu sokongan umpan dari setter bernama Betül Taşkıran.

Tentunya ini akan menjadi tantangan baru bagi Mega untuk membentuk chemistry dengan rekan setimnya, tentunya dengan dipimpin oleh pelatih muda Gorkem Kazan.

Jika Mega mendapat kepercayaan sebagai starter oleh pelatih Gorkem Kazan, kemungkinan mantan bintang Red Sparks itu bakal tandem dengan Tanja Grosser.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanja Grosser memiliki pengalaman di Bundesliga Voli Jerman dan timnas Jerman. (ind)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Daniel Klein: Kiper Jerman Berdarah Bali yang Sempat Yakin akan Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Promosi ke Bundesliga

Kabar Daniel Klein: Kiper Jerman Berdarah Bali yang Sempat Yakin akan Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Promosi ke Bundesliga

Tak ada kejelasan soal proses naturalisasinya ke Timnas Indonesia sejak ditawari pada awal 2024, kini Daniel Klein promosi ke tim senior Augsburg di Bundesliga.
BI Jatim Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadhan dan Idulfitri 2026

BI Jatim Siapkan Rp24,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadhan dan Idulfitri 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dugaan Penggelapan Dana KSP Tunas Harapan Mulai Diseldiki Polisi

Dugaan Penggelapan Dana KSP Tunas Harapan Mulai Diseldiki Polisi

Dugaan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunas Harapan di kabupaten Temanggung, mulai diselidiki oleh Polres Temanggung. Hla ini dilakukan menyusul laporan nasabah yang tidak dapat mencairkan dana mereka.
DPRD Surabaya Bahas Penonaktifan BPJS PBI JK dalam Audiensi dengan BPJS Kesehatan

DPRD Surabaya Bahas Penonaktifan BPJS PBI JK dalam Audiensi dengan BPJS Kesehatan

DPRD Kota Surabaya membahas penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) warga Surabaya dalam audiensi bersama BPJS Kesehatan.
Nasabah Kartu Kredit Laporkan Dugaan Premanisme Debt Collector ke Polrestabes Surabaya

Nasabah Kartu Kredit Laporkan Dugaan Premanisme Debt Collector ke Polrestabes Surabaya

Tan Yudianto Hartanu, 55 tahun, nasabah kartu kredit Bank Mega, melaporkan dugaan tindakan premanisme yang dialaminya kepada Polrestabes Surabaya.
Profil Belvin Tannadi, Influencer Saham yang Didenda Rp5,35 Miliar oleh OJK atas Kasus Goreng Saham

Profil Belvin Tannadi, Influencer Saham yang Didenda Rp5,35 Miliar oleh OJK atas Kasus Goreng Saham

Profil Belvin Tannadi, influencer saham yang didenda Rp5,35 miliar oleh OJK karena manipulasi perdagangan, dari edukator investasi hingga terseret pelanggaran pasar modal.

Trending

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

AKBP Didik Akui Narkoba Sekoper Dapat saat Menjabat Wakasat Serse Jakarta Utara

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengakui narkoba sekoper miliknya dapat saat ia menjabat sebagai Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara.
Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Setelah Viral Bilang 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Penerima LPDP Ungkap Permintaan Maaf

Dwi Sasetyaningtyas, konten kreator yang viral setelah bilang, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan" ungkap permintaan maafnya pada masyarakat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT