Usai SEA Games 2025, Christopher Rungkat Langsung Alihkan Fokus ke Piala Davis dan Asian Games 2026
- NOC Indonesia/Mochammad Rifqi Priadiansyah
Jakarta, tvOnenews.com - Petenis putra Indonesia, Christopher Rungkat langsung mengalihkan fokusnya untuk berjuang dan meraih prestasi di Piala Davis dan Asian Games 2026.
Sebelumnya Christopher Rungkat dan para petenis Indonesia lainnya berhasil mencatatkan prestasi gemilang di SEA Games 2025, yang digelar di Thailand yang telah selesai digelar pada Sabtu (20/12/2025).
Saat itu petenis yang akrab disapa Christo tersebut berhasil meraih satu emas di nomor beregu putra bersama Muhamamd Rifqi Fitriadi, Anthony Susanto, Lucky Candra, dan Justin Barki.
Selain itu petenis berusia 35 tahun tersebut juga menyumbangkan medali perunggu di nomor ganda campuran bersama Aldila Sutjiadi, dan ganda putra bersama Rifqi Fitriadi.
Kini Christo pun mengalihkan fokusnya untuk tampil di Piala Davis pada awal tahun 2026, sekaligus menyiapkan diri untuk Asian Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang pada September mendatang.
"Untuk awal tahun ini, saya masih berdiskusi dengan pelatih, tapi yang pasti di awal Februari akan ada Piala Davis di Jakarta. Jadi saya akan fokus ke situ dulu, bersama timnas,” kata Christo, dilansir dari Antara.
Sekadar informasi, Tim Davis Indonesia berhasil meraih promosi ke Play Off Piala Davis Grup II 2026, setelah mampu menjadi juara Pool B Piala Davis Grup III Asia/Oseania 2025 yang digelar di Vietnam pada Juli lalu.
Indonesia nantinya bakal menjamu Togo pada Piala Davis babak Play Off World Group II pada akhir pekan pertama Februari 2026, berdasarkan hasil undian pada September.
Indonesia sebelumnya sempat bertandang ke Lomo, Togo, pada pertemuan perdana pertama mereka pada 2024. Sesuai dengan aturan dan regulasi Piala Davis, tim Merah Putih menjadi tuan rumah pada pertemuan kedua.
Di sisi lain, soal tampil di Asian Games 2026, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) telah melakukan persiapan dengan melibatkan Training Camp (TC) di dalam dan luar negeri.
Hal ini pun mendapatkan komentar dari Christo, yang menilai bahwa pemusatan latihan tersebut sangat penting untuk menjaga performa tim, namun harus disesuaikan dengan jadwal turnamen internasional para pemain.
Seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen misalnya, yang menjalani tur dunia WTA, sehingga TC di dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk latihan singkat saat jeda turnamen. Ia juga menekankan bahwa koordinasi jadwal antara TC dan turnamen sangat penting agar atlet bisa optimal di kedua ajang.
"Jadi rata-rata pemain pun banyak yang akan touring ke luar negeri juga, jadi untuk latihan TC di dalam negeri juga dibutuhkan karena suatu saat pemain akan pulang ya untuk latihan," kata Christo.
"Mungkin ada jeda 1-2 minggu dan bisa dipakai untuk latihan di situ sebelum pertandingan lagi keluar." jelasnya lagi.
Lebih lanjut Christo turut menyoroti perbedaan level kompetisi antara SEA Games dan Asian Games. Baginya bahwa ajang Asian Games memiliki persaingan lebih berat dengan negara-negara kuat di Asia, sehingga persiapan tim dan pemain harus matang.
Ia menekankan pentingnya pencapaian ranking individu ATP atau WTA, yang tidak hanya bermanfaat bagi karier masing-masing atlet, tetapi juga menentukan seeded tim Indonesia di Asian Games.
Sedangkan saat disinggung soal kelanjutan kariernya, Christo mengatakan fokus utamanya saat ini adalah Asian Games 2026. Ia masih membuka kemungkinan untuk turun di SEA Games 2027, namun keputusan akan dilihat dari tahun ke tahun.
"Mungkin kalau saya sih bertahap ya. Kalau saya sih lihat depan mata dulu nih Asian Games, saya coba fokus ke situ," tutupnya.
(ant/nad)
Load more