News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Raih 7 Gelar MPL, Sanz Masih Haus Prestasi: Juara Dunia M7 Jadi Harga Mati

Pemain midlaner ONIC Esports, Gilang Sanz, menatap ajang M7 World Championship dengan motivasi besar untuk mengantarkan timnya meraih gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang.
Jumat, 9 Januari 2026 - 03:17 WIB
Raih 7 Gelar MPL, Sanz Masih Haus Prestasi: Juara Dunia M7 Jadi Harga Mati
Sumber :
  • Instagram/@sanz_gilang10

Jakarta, tvOnenews.com - Pemain midlaner ONIC Esports, Gilang Sanz, menatap ajang M7 World Championship dengan motivasi besar untuk mengantarkan timnya meraih gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang.

Turnamen M7 World Championship dijadwalkan berlangsung pada 10–25 Januari di Jakarta dan akan menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim terbaik dari berbagai negara, termasuk ONIC Esports sebagai salah satu wakil Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sanz mengaku motivasi terbesarnya datang dari keluarga. Hal itu selalu ia ingat setiap kali melangkah ke atas panggung pertandingan.

“Saya selalu ingat ‘saya datang ke Jakarta ini tujuannya untuk apa’. Jadi saya selalu teringat orang tua, bahwa saya ke Jakarta ini harus bawa hasil yang mewah lah buat keluarga,” kata Sanz dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, mengingat keluarga membuatnya terus terpacu untuk berkembang dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang sudah diraih.

“Ketika ingat keluarga, membuat saya ingin buktikan ke semua orang bahwa saya lebih baik dari siapa pun, bisa improve di setiap hari dan setiap turnamen, dan tidak cepat puas,” ujarnya.

Sanz merupakan salah satu pemain paling senior di dalam skuad ONIC Esports. Ia telah membela tim berjuluk Landak Kuning itu sejak M3 World Championship dan menjadi bagian penting dari konsistensi ONIC di ajang M-Series.

Midlaner berusia 22 tahun tersebut tercatat selalu tampil bersama ONIC pada M3, M4, hingga M5 World Championship, sekaligus menjadi tulang punggung tim di kompetisi domestik maupun internasional.

ONIC Esports sendiri dikenal sebagai salah satu tim Indonesia yang paling konsisten tampil di panggung dunia. Bersama Sanz, ONIC beberapa kali bersaing ketat dengan tim-tim terbaik dunia dan nyaris meraih gelar juara.

Meski telah mengoleksi tujuh gelar MPL Indonesia dan satu trofi Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC), Sanz menilai pencapaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan.

Gelar juara dunia M-Series masih menjadi ambisi terbesar yang ingin ia persembahkan bersama ONIC Esports.

Motivasi kuat tersebut tak lepas dari perjalanan karier Sanz yang penuh perjuangan. Pemain bernama asli Gilang itu merantau dari Makassar ke Jakarta pada 2019 saat berusia 16 tahun dengan restu orang tua demi mengejar mimpi sebagai atlet esports profesional.

Karier profesionalnya dimulai bersama Victim Esports. Setelah menjuarai MDL Indonesia Season 1, Sanz direkrut ONIC Esports dengan nilai transfer besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski sempat menghadapi persaingan ketat dan tekanan tinggi di awal bergabung, Sanz mampu bertahan dan berkembang menjadi salah satu pilar utama ONIC Esports hingga saat ini.

“Jadi yang mendorong saya selama ini untuk bisa sampai di titik ini adalah keluarga sih, yang nomor satu. Setiap match yang saya mainkan, selalu saya dedikasikan untuk keluarga,” tutur Sanz.(ant/lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT