Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks
- KOVO
tvOnenews.com - Momen perpisahan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin dengan Megawati Hangestri di Bandara Incheon pada April 2025 sempat viral di kalangan volimania.
Tapi kini setelah hampir setahun berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin datang bawa kabar bahwa dirinya diambang pemecatan dari Red Sparks.
Hubungan Ko Hee-jin dan Megawati Hangestri sudah selayaknya ayah dengan anak. Keduanya bahkan menangis tersedu ketika harus berpisah jarak.
Tak sedikit permintaan Megawati Hangestri yang dikabulkan Ko Hee-jin, mulai dari mengosongkan nomor punggung 8 di Red Sparks hingga datang ke pernikahan.
Maka tidak begitu mengejutkan ketika melihat Ko Hee-jin yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin, tiba-tiba menangis setelah ditinggal pergi Megawati Hangestri.
Namun hampir setahun tidak bekerja sama, Ko Hee-jin datang bawa kabar kurang menyenangkan. Pasalnya, ia diambang pemecatan dari Red Sparks.
Inkonsistensi sampai performa mengecewakan finalis V-League musim lalu tersebut jadi alasan kuat kenapa Ko Hee-jin didesak angkat kaki dari Daejeon.
Performa Red Sparks Musim IniÂ

- KOVO
Bibit-bibit keterpurukan Red Sparks mulai terlihat ketika anak asuh KHJ gagal di KOVO Cup 2025. Saat itu, mereka hanya finis di peringkat kelima dari enam tim.
Tergabung di grup B, Red Sparks kalah dua kali beruntun atas Hi-pass dan IBK Altos sehingga membuat anak asuh Ko Hee-jin terhenti di babak penyisihan.
Rentetan negatif berlanjut di V-League. Pemilihan skuad yang kurang tepat hingga faktor kebugaran pemain asing jadi pemicu hancur leburnya Red Sparks di musim ini.
Elisa Zanette dan Wipawee Srithong dipilih jadi suksesor Mega. Nama terakhir bahkan tak sempat debut lantaran dicoret saat menjalani masa pemulihan cedera.
Rookie dari Mongolia Jamiyanpurev Enkhsoyol kemudian masuk sebagai kuota Asia. Meski demikian, Inkushi yang masih berusia belia belum mampu memanggul beban itu.
Absennya Middle Blocker senior Jung Ho-young karena cedera patah jari tengah tangan kanan hingga akhir musim ini semakin membuat Ko Hee-jin gusar.
Alhasil, Red Sparks tak berdaya di V-League musim ini. Mereka hanya mampu catat 8 kemenangan dan 26 kalah dari 34 laga, 11 di antaranya takluk secara beruntun.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat Red Sparks terbenam di dasar klasemen V-League setelah hanya koleksi 26 poin saja dari 34 pertandingan musim ini.
Ko Hee-jin Terancam Dipecat Red SparksÂ

- KOVO
Rangkaian hasil minor ini membuat gelombang protes dari kalangan suporter tak terelakkan. Salah satu yang dituntut untuk tanggung jawab adalah Ko Hee-jin.
Situasi ini sebetulnya sudah terjadi berbulan-bulan silam. Red Sparks bahkan sampai mendapat julukan khusus yakni 'mesin pencetak poin' bagi tim lawan.
Media Korea sampai mengangkat isu ini secara khusus dalam sebuah artikel. Mereka menggambarkan suasana Red Sparks sebagai tim yang dilanda kekacauan.
"Singkatnya, ini benar-benar kacau. Ini menjelaskan banyaknya seruan pemecatan pelatih Ko Hee-jin di kalangan komunitas voli sebagai bentuk terapi kejut," ungkap Yonhap.
Meski alami gelombang seruan pemecatan, namun faktanya posisi Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala Red Sparks musim ini terlihat masih aman-aman saja.
Ada alasan kuat kenapa Ko Hee-jin belum secara resmi didepak meski Red Sparks lagi terpuruk. Poin utamanya adalah karena V-League musim ini sebentar lagi selesai.
Maka akan selalu ada kemungkinan bagi Ko Hee-jin terpaksa menandatangani surat kesepakatan kerja sama dengan Red Sparks pada musim depan.
(han)
Load more