Erick Thohir Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Atlet, Menpora: Sudah Berkorban tapi Dizalimi
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami sejumlah atlet dari cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing.
Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir saat menghadiri perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Menpora menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sangat tidak pantas dan tidak boleh terjadi dalam lingkungan olahraga.
Erick Thohir menyatakan bahwa para atlet telah berkorban besar demi mengharumkan nama bangsa, sehingga mereka seharusnya mendapatkan perlindungan dan lingkungan yang aman selama menjalani proses latihan maupun pembinaan.
"Atlet itu sudah berkorban, tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua, tapi kok dizalimi dan ini sebuah hal-hal yang jahanam," kata Erick Thohir kepada awak media.
Menpora menjelaskan bahwa sejak awal menerima laporan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Walau federasi terkait secara internal telah menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Erick Thohir melanjutkan bahwa pemerintah selalu mendorong agar seluruh dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dunia olahraga, termasuk di cabang panjat tebing maupun kasus terbaru di kickboxing, dapat diproses melalui jalur hukum.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menghadirkan rasa keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Ia turut menegaskan bahwa kasus serupa tidak boleh terulang kembali di masa depan. Sehingga Erick mengajak seluruh federasi olahraga di Indonesia untuk memperkuat sistem perlindungan atlet.
Salah satu upaya yang didorong adalah melalui penerapan program safeguarding yang telah dijalankan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
"Kami sebagai pemerintah tentu mendukung segala bentuk upaya perlindungan terhadap atlet yang memang harus dilakukan," tambahnya.
Selain itu Menpora juga mengapresiasi keberanian para atlet yang berani melaporkan dugaan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik yang mereka alami.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi dan perbaikan dalam sistem pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga.
"Artinya pembenahan sistem pelatnas dan juga proses latihan di masing-masing cabang olahraga harus benar-benar bersih dari tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan," tukas Menpora.
Load more