FPTI Ambil Langkah Tegas, Perketat Aturan untuk Lindungi Atlet Panjat Tebing dari Kekerasan dan Pelecehan Seksual
- Instagram.com/@fpti_official
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan internal guna mencegah terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap para atlet.Â
Kebijakan ini diambil oleh FPTI sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan atlet sekaligus menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid menegaskan bahwa pihak federasi kini tengah menyusun berbagai aturan baru yang lebih ketat untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"Juga membuat aturan-aturan safeguarding untuk memastikan tidak ada lagi ruang yang memungkinkan kejadian semacam ini terjadi lagi," kata Yenny Wahid kepada awak media di acara perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Yenny sebagai respons atas pertanyaan mengenai langkah konkret FPTI dalam menangani sekaligus mencegah kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing yang saat ini sedang dalam proses hukum.
Menurutnya, federasi tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali. Sehingga FPTI berkomitmen memperkuat sistem perlindungan atlet serta memastikan seluruh kegiatan pembinaan olahraga berlangsung dalam lingkungan yang aman dan profesional.
FPTI juga memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Pihaknya bahkan menyediakan pendampingan hukum melalui pengacara guna memastikan seluruh hak hukum para korban tetap terlindungi selama proses penanganan perkara berlangsung.
Langkah ini dilakukan agar para atlet korban tetap mendapatkan perlindungan sekaligus dukungan yang memadai selama proses hukum berjalan.Â
Kemudian federasi juga mengambil tindakan internal dengan menonaktifkan pelatih kepala yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara objektif, FPTI juga membentuk tim pencari fakta yang bertugas mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Yenny Wahid juga menilai peristiwa ini menjadi momentum penting bagi federasi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia menyebut kasus tersebut sebagai titik balik bagi FPTI untuk memperkuat sistem pencegahan melalui aturan internal yang lebih tegas.
Load more