Kata-kata Ko Hee-jin Sebelum Red Sparks Tersungkur di Kandang oleh Hyundai Hillstate
- KOVO
tvOnenews.com - Jung Kwan Jang Red Sparks asuhan Ko Hee-jin dipermalukan di kandang sendiri saat menghadapi Hyundai Hillstate dalam putaran keenam V-League Liga Voli Korea 2025/2026 di Gimnasium Chungmu, Daejeon.
Ko Hee-jin menurunkan pemain starter, termasuk setter Choi Seo-hyun, outside hitter Park Hye-min dan Park Yeo-reum, opposite spiker Elisa Zanette (pengganti Megawati Hangestri), middle blocker Park Eun-jin dan Lee Seon-woo, serta libero Noh Ran.
Set pertama berlangsung ketat. Pada kedudukan 18-18, serangan terbuka Yang Hyo-jin dan servis ace Jatis Yayuchi memecahkan kebuntuan.
- KOVO
Lee Ye-rim kemudian mencetak tiga poin berturut-turut, termasuk serangan dari Jeong Kwan-jang, untuk membawa Hyundai memenangkan set itu 25-21.
Set kedua dimenangkan Red Sparks 27-25 berkat serangan agresif Elisa Zanette yang membawa tim ke pertarungan deuce.
Namun, Hyundai Hillstate kembali menguasai permainan di set ketiga, memenangkan set 25-22, dan menutup kemenangan di set keempat 26-24 setelah servis Zanette dinyatakan keluar lapangan.
Dengan kemenangan ini, Hyundai Hillstate mencatatkan enam kemenangan beruntun melawan tim berjuluk Red Force pada musim ini.
Sementara Red Sparks tetap berada di posisi terbawah dengan catatan 8-27 (26 poin), meski Elisa Zanette mencetak 23 poin, terbanyak dari seluruh pemain di lapangan.
Meskipun finis di posisi terakhir, Red Sparks tetap menunjukkan potensi melalui pemain muda. Choi Seo-hyun dan Park Yeo-reum mendapatkan kesempatan berkembang, sementara Jeong Kwan Jang sebelumnya membawa tim ke babak playoff 2023-2024 dan final kejuaraan 2024-2025 di era Megawati Hangestri.
Pelatih Ko Hee-jin mengungkapkan tekad dan apresiasinya sebelum pertandingan:
“Sangat memuaskan melihat mereka memberikan yang terbaik dan menghadapi pertandingan dengan ekspresi ceria. Membalasnya dengan kemenangan adalah cara terbaik untuk melakukannya, dan para pemain memberikan yang terbaik hingga akhir untuk mencapai hasil yang positif," ungkapnya dilansir dari My Daily.
- Facebook/Red Sparks
Kekalahan ini terasa berat karena menjadi pertandingan terakhir Red Sparks di kandang.
Ditambah cedera pemain Asia dan keterlambatan kedatangan setter utama Yeom Hye-seon, tim akhirnya menempati posisi terakhir untuk pertama kalinya sejak musim 2018-2019 di bawah sistem tujuh tim.
Keterpurukan Red Sparks musim ini tidak lepas dari kepergian beberapa pemain kunci, termasuk Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju.
Kehilangan sosok pemain senior ini membuat arah mentalitas tim belum matang, meski mereka baru saja menjalani dua musim terbaik dan hampir meraih juara V-League 2024/2025.
Pasca kepergian Megawati, yang menjadi tumpuan performa dan prestasi selama dua musim terakhir, Red Sparks—dikenal dengan julukan Red Force—tidak lagi menunjukkan kekuatan yang sama. Dua musim berturut-turut, mereka berhasil lolos ke babak playoff dan menjadi penantang juara, dengan Megawati Hangestri sebagai tombak serangan yang menakutkan bagi lawan.
Kini, tim semakin terpuruk. Red Sparks masih berada di dasar klasemen, dan kedatangan Elisa Zanette sebagai pengganti Megatron belum mampu meningkatkan performa tim.
Upaya perbaikan dilakukan melalui perombakan pemain kuota Asia. Wipawee Srithong dicoret dari skuad dan digantikan oleh rookie asal Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol. Namun, perubahan ini belum memberikan dampak signifikan terhadap hasil tim di lapangan. (ind)
Load more