Megawati Hangestri Dipastikan Tak Kembali ke Red Sparks Musim Depan, Media Korea Ungkap Alasannya
- KOVO
tvOnenews.com - Volimania geger ketika media Korea Selatan memastikan bahwa Megawati Hangestri tidak akan kembali ke Red Sparks musim depan.
Sebelumnya, Megawati Hangestri disebut-sebut akan comeback ke Red Sparks bahkan tim Korea Selatan lainnya juga sempat dirumorkan tertarik dengan Megatron.
Megawati Hangestri yang kini bermain di Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro belakangan ramai diisukan bakal CLBK dengan klub lamanya, Red Sparks.
Ini karena gelaran Proliga 2026 hampir berakhir dalam satu bulan ke depan. Ditambah lagi dengan kiprah Red Sparks di V-League yang telah berakhir.
Lebih lanjut, penggemar juga muka mengungkit janji Megawati Hangestri kepada pelatih Ko Hee-jin soal kembali ke Red Sparks pada musim depan.
Bahkan di saat yang bersamaan, pelatih GS Caltex Lee Young-taek blak-blakan menyebut jika pihaknya berminat untuk adakan komunikasi dengan Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Dipastikan Tak Balik ke Korea Selatan
- Red Sparks
Laporan dari media Korea Selatan SBS News pada Senin, 16 Maret 2026 kemarin membuat volimania tersengat. Mereka terkejut karena tiba-tiba ada berita tentang Megatron.
Dalam sebuah artikelnya, SBS News memastikan bahwa Megawati Hangestri tidak akan berkarier di Korea Selatan terkhusus Red Sparks pada V-League 2026/2027.
“Kembalinya Megawati Pertiwi ke panggung Korea, yang diharapkan bermain di V-League pada musim 2026-2027 ketika sistem agen bebas kuota Asia dimulai, telah gagal terwujud,” tulis headline SBS News.
Menurut media tersebut, agen Megawati Hangestri di Indonesia yang ternyata lebih dahulu mengklarifikasi soal rumor sang pemain kembali ke Korea Selatan.
Sang agen mengatakan jika Megawati Hangestri akan fokus untuk pemulihan cedera lutut setelah Proliga 2026 berakhir. Hal itu terlihat dari penurunan performa Mega.
“Saat musim reguler Korea mendekati akhir, ada rasa ingin tahu mengenai masa depan Mega, jadi kami memutuskan untuk mengklarifikasi situasi untuk mencegah kerugian bagi klub,“ kata agen Mega seperti yang dirilis SBS News.
“Tekad Mega untuk menyelesaikan perawatan lututnya dan kembali menantang panggung Korea dalam kondisi sehat tetap tidak berubah,” tambahnya.
Kabar ini bukan hanya menjadi pukulan bagi Red Sparks saja, namun kabarnya ada beberapa klub Korea Selatan yang sebelumnya berminat terhadap Megawati Hangestri.
Rekam Jejak Megawati Hangestri di Korea Selatan
- KOVO
Di musim pertamanya gabung Red Sparks pada V-League 2023/2024, Megawati Hangestri mampu bersaing di jajaran top skor liga Korea, tepatnya ranking ke-7.
Ketika itu, Megawati Hangestri mengumpulkan 736 poin dengan tingkat keberhasilan serangan tertinggi keempat yakni senilai 43,95 persen.
Jumlah itu kemudian meningkat pada musim 2024-2025. Mega yang bawa Red Sparks ke final V-League, masuk ke peringkat 3 top skor dengan perolehan 802 poin serta tingkat keberhasilan sebesar 48,06 persen.
Masih dengan media Korea Selatan yang sama, mereka menduga jika faktor gaji juga membuat Megawati Hangestri urungkan niatnya comeback ke V-League.
Katanya, perubahan regulasi KOVO terkait tanpa try out pemain Asia justru tidak dibarengi dengan nominal gaji sehingga untuk Mega, ini seperti penurunan.
Batas gaji tahunan bagi pevoli putri Asia di V-League tidak berubah. Nominal $150 ribu (Rp2,5 miliar) di musim pertama serta $170 ribu (Rp2,9 miliar) pada tahun kedua.
Jika tadinya Megawati Hangestri jadi gabung, ia harus rela gajinya seperti di reset kembali ke tahap awal. Padahal, ia telah bermain di V-League sampai musim kedua.
(han)
Load more