Nasib Tim yang Ditinggal Megawati Hangestri! Red Sparks jadi Juru Kunci Liga Voli Korea, Manisa BBSK jadi Pemuncak Kalsemen
- Antara Foto/Nova Wahyudi
tvOnenews.com - Perjalanan dua tim yang pernah diperkuat Megawati Hangestri, Red Sparks dan Manisa BBSK menghadirkan cerita kontras musim ini.
Sebagaimana kita tahu, pada pertengahan 2025, Megawati memutuskan tidak melanjutkan karier bersama Red Sparks.
Ia menolak perpanjangan kontrak yang ditawarkan klub asal Korea Selatan tersebut.
- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa/aa
Alasan keluarga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penting itu. Megawati juga ingin bermain lebih dekat dengan Indonesia.
Namun, secara mengejutkan Mega tiba-tiba bergabung dengan Manisa BBSK di Liga Voli Turki kasta kedua.
Tentunya, keputusan tersebut sempat mengejutkan banyak pihak.
Sudah bergabung dengan skuad Manisa BBSK, Megawati justru kembali ke Indonesia saat pramusim Liga Voli Turki berlangsung untuk memperkuat Bank Jatim untuk berlaga di Livoli Divisi Utama 2025.
Akan tetapi, setelah Livoli Divisi Utama 2025 berakhir, Megawati malah tak kembali ke Turki.
Situasi itu membuat Manisa BBSK mengakhiri kerja sama dengan pemain asal Jember tersebut.
Meski kehilangan sosok yang digadang menjadi andalan, Manisa BBSK tetap tampil impresif.
- Instagram @manisabbsk
Tim asuhan Gorkem Kazan menunjukkan konsistensi sepanjang musim reguler.
Mereka sukses mengamankan posisi puncak klasemen Kadinlar 1 Ligi 2025/2026. Dari 22 pertandingan, Manisa BBSK mencatatkan 20 kemenangan.
Hasil itu memastikan tiket ke babak play-off atau winners stage Liga Voli Turki kasta kedua musim ini.
Dominasi tersebut membuktikan kekuatan tim tetap solid meski tanpa Megawati.
Situasi berbeda justru dialami Red Sparks di Liga Voli Korea 2025/2026.
Anak asuh Ko Hee-jin kesulitan menemukan performa terbaik sepanjang musim ini.
- Instagram Red Sparks
Kehilangan Megawati, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju berdampak besar dan membuat Red Sparks terus terjebak di papan bawah klasemen sepanjang musim.
Mereka bahkan mencatatkan rentetan kekalahan panjang. Sepanjang musim, Red Sparks mengalami 11 kekalahan beruntun.
Catatan tersebut menjadi salah satu yang terburuk di liga.
Dari total 36 pertandingan, mereka hanya meraih delapan kemenangan. Sebaliknya, 28 laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Load more