GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Skandal Naturalisasi Mantan Lawan Megawati Hangestri Terbongkar: Palsukan Dokumen, Nasib Atlet Kini Terkatung-katung

Mantan lawan Megawati Hangestri kembali terseret dalam kasus skandal naturalisasi, usai pihak federasi dikabarkan telah melakukan pemalsuan dokumen.
Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:15 WIB
Ilustrasi Main Bola Voli
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan lawan Megawati Hangestri kembali terseret dalam kasus skandal naturalisasi, usai pihak federasi dikabarkan telah melakukan pemalsuan dokumen.

Saat ini jagat voli Asia tengah diguncang kabar kurang sedap usai Federasi Voli Jepang dikabarkan melakukan pemalsuan dokumen saat menaturalisasi Alyja Daphne Santiago atau Jaja Santiago alias Sachi Minowa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jaja Santiago atau Sachi Minowa sebelumnya merupakan pemain asal Filipina dan sempat beberapa kali melawan Timnas Voli Putri Indonesia di ajang SEA Games.

Nama Jaja Santiago kembali terseret setelah media Jepang, Nikkan Sports merilis artikel berita yang mengatakan bahwa mantan petinggi Federasi Bola Voli Jepang (JVA) telah melakukan pemalsuan dokumen proses naturalisasi mantan rival Megawati Hangestri di SEA Games tersebut.

Polemik yang melibatkan JVA ini mengungkap sejumlah fakta baru setelah sebelumnya kasus ini sempat mencuat ke publik. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dokumen yang disebut-sebut telah dibatalkan justru tetap diajukan kepada pihak berwenang, sehingga memperpanjang polemik yang ada.

Dokumen yang dipermasalahkan berupa surat rekomendasi yang berkaitan dengan proses pengajuan kewarganegaraan Jepang bagi seorang pemain voli putri. 

Awalnya, dokumen tersebut diklaim tidak pernah diajukan setelah pihak klub menyatakan keberatan. Namun, fakta terbaru mengungkap bahwa surat tersebut tetap dibuat dan diserahkan ke kantor hukum setempat pada 12 Juni 2024 tanpa persetujuan resmi.

Dalam isi dokumen, disebutkan bahwa sang atlet melakukan perjalanan ke luar negeri sebagai bagian dari tugas resmi untuk meningkatkan kemampuan teknik. Pernyataan ini bertujuan untuk memenuhi syarat menetap selama beberapa tahun di Jepang dalam proses naturalisasi. 

Padahal kenyataannya, pemain tersebut diketahui kembali ke negara asalnya selama masa jeda kompetisi sekitar setengah tahun, sehingga syarat tersebut sulit dipenuhi.

Kemudian di duga seorang staf asosiasi berupaya menyiasati kondisi tersebut dengan menyatakan bahwa periode berada di luar Jepang merupakan bagian dari perjalanan dinas tim. Namun, pihak klub menolak menandatangani dokumen tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan fakta.

Meski sempat disebut telah dibatalkan, dokumen itu ternyata tetap dibuat secara diam-diam dengan mencantumkan nama asosiasi. Surat itu bahkan memuat dua tanda tangan dan menggunakan cap yang bukan cap resmi organisasi. 

Salah satu penandatangan mengakui keberadaan dokumen tersebut, sementara pihak lainnya menyebut penandatanganan dilakukan atas instruksi staf sebelum diserahkan ke kantor hukum.

Akibat pengajuan tersebut, proses naturalisasi tetap berjalan dan atlet tersebut resmi memperoleh kewarganegaraan Jepang pada 17 Juni 2024. Namun, sekitar setahun kemudian, dugaan pemalsuan dokumen itu terungkap ke publik. Seorang pejabat yang terlibat sebelumnya telah menerima sanksi berupa teguran.

Kemudian Federasi Bola Voli Jepang akhirnya merilis pernyataan resmi pada Rabu (18/3/2026), di mana mengakui bahwa keberadaan dokumen tersebut baru diketahui oleh organisasi dan tidak termasuk dalam laporan investigasi pihak ketiga sebelumnya. 

Mereka juga menegaskan bahwa dokumen tersebut dibuat tanpa instruksi maupun persetujuan pimpinan, termasuk ketua JVA.

Federasi menyebut tindakan tersebut sebagai hal yang sangat disayangkan, terutama karena dokumen itu mengandung informasi yang tidak sesuai fakta. Selain itu, mereka mengakui bahwa tidak ada proses verifikasi internal terhadap isi dokumen tersebut.

Selain itu PBVSI-nya Jepang menilai bahwa celah dalam sistem memungkinkan dokumen tidak sah dibuat tanpa pengawasan yang memadai.

Di sisi lain, atlet yang bersangkutan juga menghadapi kendala tambahan akibat perubahan regulasi internasional terkait status federasi negara yang diwakili atlet. 

Meskipun telah memperoleh kewarganegaraan Jepang, namun ia belum dapat didaftarkan sebagai pemain Timnas Voli Jepang dan kini berada dalam situasi yang disebut sebagai “representative refugee,” yakni atlet tanpa kejelasan status representasi negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai langkah lanjutan, asosiasi menyatakan komitmennya untuk melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat. Kemudian mereka juga berencana memperkuat sistem tata kelola organisasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

(nad)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Volume Kendaraan Meningkat, Contraflow Diberlakukan Mulai KM 47

Volume Kendaraan Meningkat, Contraflow Diberlakukan Mulai KM 47

Tol Cikampek KM 47 diberlakukan akses contraflow usai volume kendaraan terpantau meningkat, sejak pukul 11.54 WIB, Sabtu (21/3/2026).
Khotbah Ma’ruf Amin di Balai Kota: Ramadan Bukan Cuma Ibadah, Tapi Bangun Ekonomi Umat

Khotbah Ma’ruf Amin di Balai Kota: Ramadan Bukan Cuma Ibadah, Tapi Bangun Ekonomi Umat

Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma'ruf Amin, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen untuk membangun solidaritas ekonomi umat.
Blak-blakan Media Italia Sebut Emil Audero Jadi Biang Kerok Cremonese Dihajar 4-1: Performa Terburuk?

Blak-blakan Media Italia Sebut Emil Audero Jadi Biang Kerok Cremonese Dihajar 4-1: Performa Terburuk?

Media Italia soroti Emil Audero usai Cremonese kalah 4-1 lawan ACF Fiorentina. Dinilai jadi biang kerok hingga performanya disebut salah satu yang terburuk.
Tol Jakarta-Cikampek Padat! Contraflow KM 47 Dibuka Mendadak Akibat Lonjakan Kendaraan

Tol Jakarta-Cikampek Padat! Contraflow KM 47 Dibuka Mendadak Akibat Lonjakan Kendaraan

Kepadatan arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek, tak terbendung pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Tunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H, Puluhan Ribu Jamaah Padati Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Al-Bakrie Lampung berlangsung khidmat dengan antusiasme jamaah yang sangat tinggi.
JK Kritik Wacana Pemotongan Gaji Menteri: Kalau Dipotong Lagi, Tinggal Berapa yang Diterima?

JK Kritik Wacana Pemotongan Gaji Menteri: Kalau Dipotong Lagi, Tinggal Berapa yang Diterima?

Mantan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla menilai bahwa besaran gaji menteri saat ini relatif tidak tinggi jika dibandingkan dengan pejabat di lembaga lain.

Trending

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Kabar mengejutkan datang jelang agenda penting Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Wabah batuk dilaporkan melanda sejumlah rekan klub Jay Idzes di Sassuolo.
Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

John Herdman memilih 24 pemain final Timnas Indonesia dari total 41 skuad provisional tepat pada Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026). 
Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para pemain Timnas Indonesia di kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie, bisa menghadapi masalah besar karena NAC Breda. Hal ini merupakan dampak dari masalah paspor sejumlah pemain diaspora.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT