Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi heran Asep Kumala Seta (31), penjual cilok pilih mudik ke Desa Gunungcupu, Sindangkasih, Ciamis dengan cara berjalan kaki.
Dedi Mulyadi pun mengulik keseharian Asep. Ternyata Asep kerap menjual cilok di bawah usaha "Cilok Jaya" yang dimiliki oleh bosnya bernama Agus Jaya.
Sebelumnya kepada wartawan, Asep sendiri mengaku harus menyetor hasil jualan cilok Rp70.000. Hal ini membuat kisah ia hanya mendapat keuntungan tidak lebih dari Rp50.000 viral.
Dedi Mulyadi memahami penghasilan Asep begitu kecil. KDM sapaannya, tidak habis pikir kenapa penjual cilok itu tidak meminta ongkos untuk keperluan mudik.
"Kan ada bosnya, kenapa nggak minta ke bosnya? Masa bosnya nggak kasih," ujar Dedi Mulyadi sambil bertanya-tanya dikutip tvOnenews.com dari channel YouTube Lembur Pakuan Channel, Sabtu (21/3/2026).
Menurut Dedi Mulyadi, Asep selaku karyawan Agus memiliki hak meminta uang untuk ongkos mudik. Contoh sederhananya bisa meminjam uang sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.
Ia memastikan apakah bosnya memberikan ongkos kepada Asep. Sontak, Asep mengaku tidak meminta atau meminjam uang untuk keperluan mudik Lebaran.
Menurut Asep, bos ciloknya memberikan ongkos. Akan tetapi, ia mengaku takut meminta atau meminjam uang kepada sang bos.
"Tidak punya keberanian Pak, kurang percaya diri buat mintanya," ngaku Asep.
Dedi Mulyadi Singgung Hobi Asep
- Kolase Antara/Rubby Jovan & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dalam momen itu, Dedi Mulyadi mengupas tuntas penyebab Asep nekat mudik jalan kaki. Asep ternyata selalu menghabiskan uang penghasilan dagangnya untuk keperluan hobi mendaki gunung.
Pengakuan Asep membuat Gubernur Jabar itu terkejut. Seharusnya hasil uang dagang cilok disimpan untuk keperluan berjumpa dengan keluarga di kampung halaman.
KDM juga memahami penghasilan Asep berkurang di bulan Ramadhan. Hal tersebut efek banyak pembeli berpuasa sehingga hanya meraup tidak lebih dari Rp100 ribu.
Load more