Megawati Hangestri Gigit Jari, Ko Hee-jin Mulai Lirik Pevoli China untuk Red Sparks Musim Depan
- instagram Red Sparks/manisa bbsk
tvOnenews.com - Peluang Megawati Hangestri Pertiwi untuk kembali berkarier di Liga Voli Korea Selatan mulai diselimuti ketidakpastian.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa sejumlah klub, termasuk Daejeon JungKwanJang Red Sparks, mulai mempertimbangkan opsi lain jelang musim 2026/2027.
Situasi ini tak lepas dari perubahan sistem perekrutan pemain asing di V-League. Mulai musim depan, Federasi Bola Voli Korea (KOVO) resmi menghapus sistem draft kuota Asia dan menggantinya dengan mekanisme free agent.
Perubahan ini membuka peluang negosiasi lebih luas, tetapi juga meningkatkan persaingan antar pemain.
“Federasi Bola Voli Korea (KOVO) menghapus seleksi dan draft Kuota Asia mulai musim 2026/2027, beralih ke sistem free agent. Diperkirakan bahwa perang penawaran yang sengit akan terjadi begitu Mega mengumumkan kembalinya ke V-League,” tulis Sports DongA.
- KOVO
Namun di tengah potensi persaingan tersebut, respons klub-klub Korea terhadap Megawati justru tidak terlalu agresif.
Kondisi lutut kanan sang opposite hitter menjadi alasan utama keraguan.
“Namun, respons dari klub-klub V-League terhadap Mega tidak antusias. Dilaporkan bahwa mereka menarik diri dari perang penawaran karena kekhawatiran mengenai kondisi lutut kanan Mega,” lanjut laporan tersebut.
Pihak internal Megawati pun tidak sepenuhnya menampik kondisi tersebut, meski tetap optimistis proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
“Seorang pejabat dari pihak Mega mengakui bahwa lutut kanannya tidak dalam kondisi baik tetapi mengklaim bahwa tidak akan ada masalah dengan pemulihan pada bulan Oktober ini, ketika musim 2026-2027 dimulai.”
Ketidakpastian ini berdampak langsung pada peluang reuni Megawati dengan Red Sparks.
Klub yang sebelumnya menjadi pelabuhan suksesnya kini disebut mulai melirik pemain dari negara lain.
Pelatih Ko Hee-jin bahkan dilaporkan tengah memantau pevoli asal China sebagai alternatif untuk memperkuat skuadnya musim depan.
Di tengah situasi tersebut, Hyundai Hillstate muncul sebagai tim yang masih membuka peluang merekrut Megawati.
Namun, keputusan mereka tetap bergantung pada kondisi fisik sang pemain.
“Posisi Hyundai Hillstate adalah mereka akan menandatangani kontrak setelah mereka yakin dengan kesehatan Mega. Namun, jika kontrak dengannya gagal, mereka juga mempertimbangkan pemain dari Jepang, Tiongkok, dan Thailand,” tulis Sports DongA.
- Facebook/Red Sparks
Laporan dari Sport Chosun juga memperkuat bahwa Hillstate menjadi pihak yang paling serius melakukan pendekatan. Meski begitu, kekhawatiran tetap membayangi.
“Kekhawatiran terbesar Hillstate adalah apakah ia bisa menunjukkan kemampuan ofensif yang ia tunjukkan selama membela Red Sparks ke partai final 2024-2025 setelah mengalami cedera lutut,” ungkap Sport Chosun.
Terlepas dari berbagai spekulasi tersebut, performa Megawati selama berkarier di Korea Selatan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia sukses membawa Red Sparks kembali bersaing di papan atas.
Pada musim debut 2023/2024, Megawati mengantarkan timnya menembus babak playoff setelah penantian panjang.
Pencapaian itu berlanjut pada musim berikutnya dengan keberhasilan mencapai partai final.
Secara statistik, kontribusinya juga sangat signifikan.
Dalam dua musim, ia mencatatkan 1.538 poin dari 67 pertandingan dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 46,01 persen.
Setelah menyelesaikan kiprahnya di Korea, Megawati sempat menjajal pengalaman di Eropa bersama Manisa BBSK, meski hanya di fase pramusim.
Ia kemudian kembali ke Indonesia dan tampil di Livoli Divisi Utama bersama Bank Jatim serta memperkuat Jakarta Pertamina Enduro di ajang Proliga.
Saat ini, fokus Megawati tertuju pada grand final Proliga 2026, sembari menunggu kepastian terkait masa depannya di level internasional.
Dengan berbagai dinamika yang berkembang, peluang Megawati untuk kembali ke V-League masih terbuka.
Namun, jalan yang harus dilalui kini jelas lebih terjal dibanding sebelumnya.
(tsy)
Load more