Pelatih Gresik Phonska Ungkap Biang Kerok Gagal Rebut Gelar Juara dari Jakarta Pertamina Enduro, Akui Megawati Hangestri Cs Terbaik di Proliga 2026
- Instagram.com/@petrovoli_
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia, Alessandro Lodi mengungkapkan biang kerok tim besutannya bisa kalah dari Jakarta Pertamina Enduro di Grand Final Proliga 2026. Ia mengakui bahwa Megawati Hangestri dan kawan-kawan adalah skuad terbaik.
Gresik Phonska dipaksa gigit jari gagal merebut gelar juara dari Jakarta Pertamina Enduro, usai kalah dengan agregat 0-2 di grand final Proliga 2026, yang menggunakan sistem Best of Three (BO3).
Jakarta Pertamina Enduro memang tampil dominan di Grand Final Proliga 2026. Megawati Hangestri dan kawan-kawan menang atas Gresik Phonska di leg pertama dengan skor 3-1 (19-25, 25-19, 25-19, 25-21) pada Jumat (24/4/2026).
Kemudian JPE juga kembali mengalahkan Gresik Phonska di leg kedua dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-23, 25-21) pada Sabtu (25/4/2026).
Dua kemenangan ini membuat Pertamina Enduro berhasil mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan. Tak hanya itu, ini juga menjadi gelar keempat mereka di Proliga, yakni pada 2014, 2018, 2025 dan 2026.
Gresik Phonska sendiri menurunkan para pemain terbaiknya yakni Medi Yoku, Arnetta Putri, dan dua kekuatan asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko.
Namun sayangnya, mereka gagal membendung JPE yang juga menurunkan andalannya seperti Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, Rissa Mega, hingga Nurlaili.
Alessandro Lodi selaku pelatih Gresik Phonska mengungkapkan biang kerok tim asuhannya gagal merebut gelar juara dari Jakarta Pertamina Enduro di Grand final Proliga 2026.
Yakni dirinya mengaku bahwa pada babak final ini, JPE merupakan tim terbaik di Proliga 2026. Sehingga mereka kesulitan membendung kehebatan Megawati Hangestri dan kawan-kawan.
"Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik," kata Alessandro Lodi pasca pertandingan.
Selain itu, Lodi juga mengatakan bahwa sebenarnya timnya sudah berusaha memperbaiki penampilan. Namun lagi-lagi ia harus mengakui bahwa kemampuan anak asuh Bulent Karsioglu itu sulit ditaklukan.
"Sekali lagi Pertamina tim yang baik, kita pun untuk melawan perlu performa yang luar biasa," tambahnya.
Sekadar informasi, hasil ini membuat Gresik Phonska harus puas keluar sebagai runner-up, dan berhak menerima hadiah pembinaan sebesar Rp250 juta.
Load more