Jakarta Bhayangkara Presisi Resmi Rekrut Middle Blocker Asing untuk AVC Champions League 2026
- Instagram.com/bhayangkaravolley
Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta Bhayangkara Presisi akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut middle blocker asing asal Kuba, Robertlandy Simon untuk AVC Champions League 2026.
Hal ini diumumkan langsung oleh Jakarta Bhayangkara Presisi melalui akun Instagram resminya @bhayangkaravolley pada Rabu (6/5/2026) pagi WIB.
"Selamat Datang @robertlandy13, middle blocker terbaik dari Kuba, siap memperkuat JBP di AVC Champions League 2026." tulis Jakarta Bhayangkara Presisi.
Sebelumnya Bhayangkara memang sudah dikabarkan akan merekrut middle blocker asing. Namun kabar tersebut baru sekadar rumor karena belum diumumkan secara langsung oleh pihak klub.
Alhasil kini JBP tercatat sudah mengumumkan telah merekrut tiga pemain asing untuk AVC Champions League 2026, yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13-17 Mei 2026 mendatang.
Ketiga pemain asing tersebut adalah Noumory Kieta (Outside Hitter/Mali) yang diumumkan lebih dulu. Lalu ada Bardia Saadat (Opposite/Iran) dan kini Robertlandy Simon (Middle Blocker/Kuba).
Bhayangkara Presisi juga dikabarkan telah merekrut satu pemain asing lain, yakni Rok Mozic (Outside Hitter/Slovenia). Rok Mozic dan Noumory Keita diketahui merupakan rekan setim di Verona Volley di Liga Voli Italia 2025-2026.
Robertlandy Simon bukan sosok asing di dunia bola voli internasional. Pevoli asal Guantánamo yang lahir pada 11 Juni 1987 itu dikenal sebagai salah satu middle blocker terbaik dunia. Ia memiliki tinggi mencapai 208 cm, serta lompatan uang diklaim mencapai hampir 389 cm.
Karier Robertlandy Simon mulai mencuri perhatian sejak memperkuat Timnas Voli Kuba pada usia 17 tahun. Ia juga dipercaya menjadi kapten tim nasional dalam beberapa tahun.Â
Bersama Timnas Voli Kuba, Simon sukses mempersembahkan medali perak di FIVB Volleyball Men's World Championship dan FIVB World Grand Champions Cup.
Pada Kejuaraan Dunia 2010, Simon juga tampil gemilang hingga meraih penghargaan individu sebagai Best Blocker berkat dominasinya di lini tengah.
Di level klub, Ia memulai karier profesional internasional bersama klub Italia Copra Elior Piacenza pada periode 2012-2014. Bersama klub tersebut, Simon berhasil memenangkan CEV Challenge Cup dan Coppa Italia.
Pada 2014, Simon melanjutkan petualangannya ke Qatar dengan memperkuat Al Rayyan. Bersama klub tersebut, ia sukses menjuarai FIVB Club World Championship.
Load more