Belum Injakkan Kaki di Korea, Megawati Hangestri Sudah Terancam Kehilangan Setengah Musim Bersama Hyundai Hillstate
- Instagram @red__sparks
Padahal posisi tersebut merupakan sumber serangan paling penting dalam permainan voli modern.
“Posisi yang paling bermasalah adalah opposite spiker. Ini adalah posisi di mana pemain domestik tidak dapat bertahan di V.League. Hampir setiap tim menggunakan pemain asing untuk peran opposite spiker.”
Kondisi itulah yang dianggap membuat pemain lokal Korea Selatan kesulitan mendapatkan pengalaman bermain secara konsisten.
Di sisi lain, usulan tersebut juga memunculkan kekhawatiran dari banyak pihak.
Klub-klub peserta V-League mengeluarkan investasi besar untuk mendatangkan pemain asing berkualitas.
Jika mereka lebih sering duduk di bangku cadangan, kualitas kompetisi dan nilai komersial liga dikhawatirkan ikut menurun.
Karena itu, Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) mulai mempertimbangkan solusi lain yang dinilai lebih realistis.
Salah satu opsi yang muncul adalah menambah jumlah pertandingan musim reguler agar rotasi pemain menjadi kebutuhan, tanpa harus memangkas menit bermain pemain asing secara drastis.
“Oleh karena itu, proposal terbaru adalah untuk memperluas jumlah pertandingan. Saat ini, V-League beroperasi dengan sistem 36 pertandingan, tetapi beberapa klub menyerukan peningkatan drastis dalam jumlah pertandingan untuk mewajibkan rotasi.”
Dengan jadwal yang lebih padat, klub akan dipaksa memanfaatkan lebih banyak pemain lokal tanpa harus mengorbankan kontribusi pemain asing yang menjadi daya tarik utama kompetisi.
Meski demikian, perubahan aturan tampaknya belum akan diterapkan dalam waktu dekat.
Salah satu alasannya adalah kontrak hak siar V-League yang masih berjalan hingga berakhirnya musim 2026-2027.
“Meskipun sulit untuk segera menyesuaikan jumlah pertandingan musim depan, perubahan dimungkinkan setelah itu.”
Bagi Megawati, perkembangan ini tentu layak dipantau. Apalagi ia baru saja kembali ke Korea Selatan setelah sukses menjalani dua musim gemilang bersama Red Sparks.
Selama berkarier di V-League, Megawati bukan hanya menjadi andalan di lapangan, tetapi juga membawa dampak besar terhadap popularitas liga di Indonesia.
(tsy)
Load more