Buntut Skandal Pelecehan Seksual di Red Sparks, Penggemar Buat Petisi Menuntut Hukuman untuk Pelatih Ko Hee-jin
- KOVO
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang mengguncang Liga Voli Korea, hingga saat ini masih terus mendapatkan sorotan dari publik.
Belakangan, kasus tersebut diketahui terjadi di dalam tim Red Sparks yang dilakukan oleh salah satu pelatih mereka pada jeda All Stars bulan Januari lalu.
Terkait hal tersebut, Red Sparks pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas kejadian itu.
- Red Sparks
Permintaan maaf tersebut dirilis Red Sparks pada 17 Juli setelah kasus itu menjadi perhatian publik Korea Selatan.
Melalui pernyataan resminya, Red Sparks menyampaikan penyesalan atas insiden yang mencoreng nama klub.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar kami," tulis Red Sparks dalam pernyataan resmi.
"Setelah mengetahui masalah tersebut pada bulan Mei, klub segera menerapkan langkah-langkah pemisahan untuk melindungi anggota yang terlibat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, seperti melaporkan insiden tersebut ke Pusat Etika Olahraga." lanjutnya.
Red Sparks memastikan proses investigasi yang dilakukan KOVO Pusat Etika Olahraga Korea dan masih berlangsung dan pihak klub memilih bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait.
Tak hanya itu, Red Sparks juga menjelaskan jika pelatih yang diduga pelaku telah mundur dari tim.
Akan tetapi, permintaan maaf yang dismapikan oleh Red Sparks itu justru mendapatkan kritikan dari para penggemar.
Banyak penggemar yang menyebut jika permintaan maaf yang disampaikan oleh Red Sparks terasa tidak tulus dan tak ada empati pada korban.
Mengingat, insiden itu menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan atlet di lingkungan klub profesional menjelang bergulirnya V League 2026/2027.
- KOVO
Sorotan juga mengarah pada pelatih Ko Hee-jin yang disebut-sebut yang mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut. Padahal, sang pelatih diketahui berada di lokasi kejadian.
Melansir dari laman STN News, sikap dari Ko Hee-jin itu membuat para penggemar mempertanyakan kelayakan sang pelatih untuk tetap memimpin Red Sparks pada musim mendatang.
Akibatnya, para penggemar meluncurkan petisi daring yang menuntut hukuman bagi pelatih terduga pelaku serta Ko Hee-jin.
Load more