Reidel Toiran Bongkar Penyebab Timnas Voli Indonesia Kehilangan Satu Set saat Kalahkan Filipina di SEA V Cup 2026
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Voli Indonesia sukses mengamankan tiket ke babak semifinal SEA V Cup 2026 usai menundukkan Filipina dengan skor 3-1 pada laga terakhir di fase grup.
Laga pamungkas Pool A leg kedua SEA V Cup 2026 itu berlangsung di Jakarta International Velodrome pada Jumat (24/7/2026) malam WIB. Dukungan suporter kembali menjadi suntikan semangat bagi skuad Merah Putih.
Meski begitu, Pelatih Reidel Toiran mengatakan kemenangan tersebut belum sepenuhnya memuaskan.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Tim Merah Putih dinilai sempat kehilangan fokus sehingga gagal menutup pertandingan dalam tiga set langsung.
Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Boy Arnez dan rekan-rekannya mampu menguasai permainan sejak awal hingga berhasil merebut dua set pertama.
Tim Merah Putih memenangkan set pertama dengan skor 25-18. Dominasi tersebut berlanjut pada set kedua yang kembali dimenangkan Indonesia dengan skor 25-17.
Namun, situasi berubah ketika memasuki set ketiga. Filipina mampu memberikan perlawanan lebih sengit hingga memaksa Indonesia menyerah dengan skor tipis 23-25.
Kehilangan set ketiga membuat pertandingan harus berlanjut ke set keempat. Beruntung, Timnas Voli Indonesia mampu bangkit dan memastikan kemenangan setelah menutup set terakhir dengan skor 25-19.
Hasil tersebut memastikan Indonesia melangkah ke babak semifinal SEA V Cup 2026. Pada fase empat besar nanti, tim Merah Putih akan menghadapi Vietnam dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat.
Meski meraih kemenangan, pelatih Reidel Toiran mengaku masih memiliki sejumlah catatan yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga berikutnya.
Usai pertandingan, Reidel Toiran menjelaskan penyebab timnya sempat kehilangan satu set.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Menurut pelatih asal Kuba tersebut, para pemain Indonesia sempat menurunkan intensitas permainan ketika sudah unggul.
Situasi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Filipina. Saat Indonesia mulai kehilangan ritme, lawan justru tampil lebih agresif dan mampu mengubah jalannya pertandingan.
"Seperti yang sudah sering saya katakan, kalau lawan mulai meningkatkan level permainannya, sementara kita justru menurunkan intensitas, pasti akan terkena dampaknya," ujar Toiran usai laga.
"Memang performa mereka sempat meningkat sedikit, sedangkan permainan kita menurun," tambahnya.
Meski demikian, Toiran tidak terlalu mempermasalahkan kejadian tersebut. Ia justru menilai pengalaman menghadapi situasi sulit seperti itu akan menjadi bekal penting bagi para pemain.
Menurutnya, tim harus belajar menghadapi berbagai tekanan selama pertandingan. Pengalaman bangkit setelah kehilangan satu set dinilai akan sangat berguna ketika menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.
"Tapi tidak apa-apa, justru situasi seperti itu menjadi pengalaman yang baik untuk anak-anak agar mereka menghadapi berbagai kondisi pertandingan," kata Toiran.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Selain faktor permainan, Toiran juga mengaku sengaja tidak memaksakan kondisi para pemainnya. Ia menilai sebagian besar anggota tim masih belum berada dalam kondisi fisik terbaik setelah menjalani rangkaian pertandingan yang padat.
Pelatih berpengalaman itu mengingatkan bahwa kondisi kelelahan sudah terlihat sejak laga sebelumnya melawan Kamboja.
Timnas Voli Indonesia baru saja menyelesaikan leg pertama SEA V Cup 2026 di Filipina sehingga membutuhkan waktu untuk memulihkan kebugaran.
"Saya juga tidak ingin memaksakan pemain karena kondisi mereka masih dalam proses. Yang terpenting, mereka bisa mengubah situasi dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1," pungkas Toiran. (igp)
Load more