Timnas Panjat Tebing Indonesia Tambah 2 Medali di World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026
- Instagram.com/@fpti_official
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Panjat Tebing Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang. Kali ini perwakilan Merah Putih berhasil menambah dua medali di ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026.
Sejumlah atlet panjat tebing Indonesia telah berlaga di World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026, yang berlangsung di Guiyang, China pada 21-25 Agustus lalu. Terbaru, tanah air menamban dua medali perunggu di nomor speed relay (estafet).
Medali pertama dipersembahkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwo pada speed relay U-17 putri. Keduanya berhasil mengalahkan pasangan Korea Selatan dalam perebutan perunggu dengan catatan waktu 18,81 detik, sedangkan lawannya mencatat 19,29 detik.
Lalu perunggu kedua datang dari nomor speed relay U-19 putra melalui Haddan Malik Baqmuhyibar dan Amirul Rizqi Febriyansah. Pasangan Indonesia tersebut mengalahkan wakil Kazakhstan dengan waktu 11,09 detik, lebih cepat dari lawannya yang membukukan 11,27 detik.
Pelatih pendamping timnas panjat tebing Indonesia, Judistiro, menilai dua medali tersebut merupakan pencapaian terbaik yang mampu diraih para atlet Merah Putih dalam nomor speed relay. Ia menyebut kedua pasangan telah berjuang maksimal untuk mengamankan podium di tengah persaingan ketat atlet Asia.
"Tentu saja kami ingin membawa pulang medali emas, tetapi perunggu merupakan hasil terbaik sekaligus menjadi penanda kami harus banyak berbenah," kata Judistiro.
Dua podium tersebut membuat Indonesia total mengoleksi empat medali di World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026. Sebelumnya, Indonesia juga meraih emas melalui Ardana Cikal Damarwulan pada nomor boulder U-17 putra serta perunggu Laksamana Krido Swarnabhumi di speed putra U-17.
Judistiro menilai hasil tersebut masih menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pembinaan atlet muda. Menurutnya, pengalaman bertanding di level Asia menjadi modal penting agar kemampuan para climber Indonesia semakin matang.
Indonesia sendiri mengirim 13 atlet, terdiri dari enam putra dan tujuh putri, untuk mengikuti kompetisi di Guiyang pada 21-25 Agustus. Mereka tampil dalam berbagai nomor disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay.
Khusus nomor speed relay, kejuaraan tahun ini menjadi momentum penting karena nomor estafet untuk pertama kalinya masuk dalam rangkaian Asia Youth Championship.
(ant/nad)
Load more