Ko Hee-jin Dicecar Volimania Korea Selatan, Sempat Diusir Hingga Akhirnya Mundur dari Red Sparks
- KOVO
Jakarta, tvOnenews.com - Ko Hee-jin akhirnya memutuskan mundur dari kursi pelatih kepala Red Sparks setelah terseret kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan tim. Imbas kasus tersebut, mantan pelatih Megawati Hangestri itu sempat mendapatkan hujatan hingga diusir oleh volimania Korea Selatan.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Red Sparks pada Jumat (28/8/2026), di mana Ko Hee-jin menyatakan ingin mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas rangkaian persoalan yang terjadi.
Polemik tersebut bermula dari sebuah acara makan malam klub pada Januari 2026 ketika salah satu staf kepelatihan Red Sparks diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pemain. Staf yang terlibat kemudian meninggalkan klub, sementara masalah ini telah dilaporkan kepada Sports Ethics Center dan KOVO untuk ditindaklanjuti.
Nama Ko Hee-jin ikut terseret karena dirinya disebut berada di lokasi ketika kejadian berlangsung. Ia turut menjadi atensi karena berkaitan dengan dugaan bahwa dirinya tidak mengambil tindakan tegas saat insiden tersebut terjadi.
Saat itu Ko Hee-jin juga disebut memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut. Ia mengaku tak ingat dengan jelas saat peristiwa tersebut terjadi.
"Saya tidak tahu, saya tidak ingat dengan jelas," kata Ko Hee-jin dikutip dari Sports World.
Kontroversi tersebut kemudian berkembang menjadi tekanan dari para penggemar Red Sparks. Desakan agar klub mengambil tindakan terhadap Ko Hee-jin sempat terus menguat menjelang persiapan menghadapi musim baru.
Bahkan sejumlah volimania Korea Selatan menyampaikan tuntutan agar Ko Hee-jin segera meninggalkan Red Sparks, di tengah klub mempersiapkan diri menghadapi musim 2026-2027.
Para penggemar sempat mencerca hingga mengusir Ko Hee-jin dari Red Sparks, melalui aksi protes dengan sejumlah volimania membentangkan spanduk.
"Pelatih Ko Hee-jin yang membela pelaku pelecehan seksual dan pura-pura tak tahu, segera mengundurkan diri! Klub harus menunjuk pelatih baru. Dari: orang-orang yang mencintai Red Sparks." tulis salah satu spanduk.
"Apakah terus bertahan adalah solusi? Bertanggung jawab adalah tugas seorang pelatih. Ko Hee-jin OUT! Dari: orang-orang yang mencintai Red Sparks." tulis spanduk lainnya.
Ko Hee-jin sendiri sebelumnya sempat dibebaskan dari tugas kepelatihan sejak Mei 2026, saat persoalan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Namun tak lama kemudian, Red Sparks kemudian menerima pengunduran dirinya pada 28 Agustus dan menyatakan akan segera mencari sosok pengganti.
"Kepada para penggemar yang mencintai JungKwanJang Red Sparks, klub memutuskan untuk menerima pengunduran diri pelatih Ko Hee-jin setelah yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pelatih atas serangkaian kejadian yang terjadi belakangan ini.
Selanjutnya, klub akan segera memulai proses penunjukan pelatih pengganti agar para pemain dapat tetap fokus menjalani latihan dan mempersiapkan pertandingan. Klub juga akan melakukan segala upaya agar tim dapat kembali stabil dalam waktu secepat mungkin.
Kami sekali lagi memohon maaf karena telah membuat para penggemar merasa khawatir dan tidak nyaman selama ini. Ke depannya, kami akan berusaha menjadi klub yang semakin dipercaya melalui pengelolaan yang lebih bertanggung jawab." tulis pernyataan tersebut.
Saat ini belum ada informasi resmi terkait siapa pelatih yang akan menggantikan posisi Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala Red Sparks di Liga Voli Korea 2026-2027.
Sekada informasi, turnamen pramusim KOVO Cup 2026 bakal digelar di Jinnam Gymnasium, Yeosu, pada 11-18 Oktober untuk sektor putri, sedangkan kompetisi putra digelar 19-25 Oktober mendatang.
Sedangkan Liga Voli Korea akan berlangsung kurang lebih selama 6 bulan. Babak reguler sendiri akan digelar secara maraton mulai 31 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 2 April 2027 mendatang. Kemudian sempat terjeda karena agenda All-Star Game yang dijadwalkan bergulir pertengahan musim pada 16-17 Januari 2027.
(nad)
Load more