Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia
- Tangkapan Layar Youtube/moji.social
tvOnenews.com - PBVSI mengambil langkah mengejutkan dengan melakukan perubahan pada posisi pelatih Timnas Voli Indonesia menjelang gelaran AVC Men's Cup 2026 lalu.
Sebelum keberangkatan untuk berlaga di AVC Men's Cup 2026, PBVSI secara mengumumkan jika Reidel Toiran masuk menggantikan Sergio Veloso sebagai pelatih Timnas Voli Indonesia.
Padahal, PBVSI baru saja mengumumkan Sergio Veloso sebagai pelatih baru Skuad Garuda menggantikan Jeff Jiang Jie yang didepak usai SEA Games 2025 lalu.
- Instagram/@indonesian_volleyball
Namun belum sempat mendampingi Timnas Voli Indonesia di kompetisi resmi, Sergio Veloso justru kembali digantikan oleh Reidel Toiran.
Saat itu, PBVSI pun menjelaskan jika mereka mengganti Sergio Veloso yang terkendala dengan berkas administrasi visa kerja yang masih dalam proses.
Hal itu pun membuat PBVSI langsung menunjuk Reidel Toiran sebagai pelatih sementara Timnas Voli Indonesia untuk AVC Men's Cup 2026.
Tak disangka, keputusan mendadak dan dengan persiapan yang mepet itu, TImnas Voli Indonesia secara mengejutkan berhasil keluar sebagai Juara AVC Men's Cup 2026.
Catatan itu pun membuat PBVSI memutuskan untuk mempertahankan Reidel Toiran sebagai pelatih Timnas Voli Indonesia dan mendepak Sergio Veloso.
Usut punya usut PBVSI lewat Wakil Kepala Bidang Prestasi, Loudry Maspaitella, mengungkapkan jika sebenarnya tidak puas dengan cara melatih Sergio Veloso.
"Jadi secara kompetensi saya kurang puas sama Sergio Veloso. Tapi kan sekali lagi saya kan tipe pelaksana. Saya nggak puas dengan kinerjanya dia dengan cara melatihnya dia," kata Loudry.
"Jadi saya nggak melihat prestasi dia di Filipina, di Madagaskar apa di Bahrain Artinya saya nggak tahulah siapa yang milih dia pokoknya sudah ada di Timnas. Cuma dalam berjalan aduh gimana caranya ngecut ini orang ya? Karena waktu kan mepet," terangnya.
"Memang dari pertama kali saya lihat dia 'Wah nggak cocok, bahaya ini orang.' Selama persiapan Pontianak kan saya juga bahas persiapan AVC kan dengan dia kan, aduh nggak nyaman orang ini diajak diskusi. Akhirnya cuma dua hari, hari ketiga saya menghindar terus. Artinya saya bilang bahaya nih potensi konflik nih dengan pemain senior. Benar begitu selesai Pontianak (AVC Men’s Champions League), masuk TC pemain konflik," ungkap Loudry.
- Tangkapan Layar Youtube/moji.social
Loudry pun menjelaskan jika permasalahan visa kerja memang menjadi kendala utama Sergio Veloso batal mendampingi Indonesia ke AVC Men's Cup 2026.
Namun, permasalahan itu juga dimanfaatkan PBVSI untuk memberhentikan Sergio Veloso sebagai pelatih Timnas Voli Indonesia.
"Dalam perjalanan gimana caranya supaya orang ini nggak berangkat (ke AVC Men’s Cup 2026)? Tiba-tiba dia tidak bisa mengurus visa ke India karena dia belum punya visa kerja. Visa kerjanya terhambat di kementerian imigrasi," terang Loudry.
"Karena birokrasinya agak panjang sehingga deadline dia untuk memperoleh visa itu nggak ada. Nah itu salah satu alasan Veloso nggak berangkat dulu dan diganti Toiran gitu," tambahnya.
"Nah setelah itu baru kita sekalian pulangin saja ngapain gitu. Jadi aslinya dia nggak berangkat oleh karena nggak punya visa kerja. Kalau nggak dapat visa kerja kita nggak bisa ngurus visa India-nya gitu," lanjut Loudry.
"(Sekarang) Sudah dicut, kontraknya sudah nggak ada. Waktu itu kita belum tanda tangan kontrak," tutupnya.
Kini, Timnas Voli Indonesia pun masih mempertahankan Reidel Toiran sebagai pelatih Kepala di ajang AVC Men’s Cup 2026 dan SEA V Cup 2026.
Toiran saat ini tengah mempersiapkan Timnas Voli Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 yang akan mulai dalam waktu dekat.
(akg)
Load more