News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Megawati Hangestri, Media Korea Ungkap Hyundai Hillstate Sempat Ingin Rekrut Pemain Asing Ini

Awalnya bukan Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate ternyata punya target lain. Lantas, mengapa Megatron akhirnya dipilih? Simak kisah di balik transfernya.
Rabu, 9 September 2026 - 12:22 WIB
Megawati Hangestri dan mantan pemain Asia Hillstate Jahstice Yauchi
Sumber :
  • Instagram @megawatihangestrip/@hdecvolleyballteam

tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini semakin disorot usai bergabung dengan Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk menghadapi Liga Voli Korea Selatan 2026/2027.

Namun, di balik transfer yang akhirnya menjadi kenyataan tersebut, ternyata ada cerita menarik yang tidak banyak diketahui.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati disebut bukan pilihan pertama Hyundai Hillstate untuk mengisi slot pemain kuota Asia.

Sebelum mengarahkan perhatian kepada opposite asal Indonesia itu, klub asal Suwon tersebut ternyata lebih dulu berusaha mempertahankan pemain yang sudah mereka kenal.

Megawati Hangestri saat berlatih dengan Hyundai Hillstate
Megawati Hangestri saat berlatih dengan Hyundai Hillstate
Sumber :
  • Instagram @hdecvolleyballteam

Situasi tersebut terungkap dalam pemberitaan media Korea Selatan yang mengulas proses pencarian pemain kuota Asia Hyundai Hillstate menjelang musim baru.

Kisah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana proses transfer Megawati ke Hillstate tidak terjadi secara sederhana.

Ada perubahan rencana, kegagalan mempertahankan target utama, hingga keputusan klub untuk mengalihkan perhatian kepada salah satu pemain paling berpengalaman di V-League.

Menjelang musim 2026/2027, Hyundai Hillstate berada dalam situasi yang cukup menarik.

Klub harus segera menentukan pemain yang akan mengisi slot kuota Asia. Sementara itu, nama Megawati mulai ramai dikaitkan dengan Hillstate setelah dua musim tampil mengesankan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Namun, laporan Sports Chosun mengungkap bahwa pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, sebenarnya memiliki target lain.

Sosok tersebut adalah Jahstice Yauchi, outside hitter asal Jepang yang sebelumnya sudah memperkuat Hyundai Hillstate.

Keinginan mempertahankan Yauchi bukan tanpa alasan. Pemain tersebut sudah memiliki pengalaman bermain di Korea dan dianggap mampu beradaptasi dengan lingkungan V-League.

"Kang Sung-hyung sebenarnya sangat ingin mempertahankan Jahstice Yauchi karena dinilai sudah beradaptasi dengan baik di Korea."

Bagi sebuah klub, mempertahankan pemain yang sudah memahami sistem permainan dan lingkungan kompetisi tentu memiliki keuntungan tersendiri.

Adaptasi tidak perlu dimulai dari nol dan pelatih juga sudah mengetahui karakter permainan sang pemain.

Namun, Hillstate akhirnya tidak berhasil mempertahankan Yauchi.

Keputusan Yauchi untuk tidak melanjutkan karier bersama Hyundai Hillstate ternyata berkaitan dengan sosok yang sudah dikenalnya sejak lama.

Sports Chosun melaporkan bahwa Yauchi memiliki hubungan dekat dengan Tomoko Yoshihara, pelatih Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.

"Namun Jahstice memiliki hubungan dekat dengan pelatih Pink Spiders, Tomoko Yoshihara, karena keduanya pernah bekerja sama selama lima tahun di Liga Jepang," tulis Sports Chosun.

Pemain Asia Hillstate sebelum Megawati Hangestri, Jahstice Yauchi
Pemain Asia Hillstate sebelum Megawati Hangestri, Jahstice Yauchi
Sumber :
  • Instagram @hdecvolleyballteam

Kedekatan tersebut kemudian menjadi salah satu faktor dalam keputusan Yauchi.

"Setelah kembali ke Jepang dan bertemu Yoshihara, Jahstice akhirnya memutuskan bergabung dengan Pink Spiders."

Dengan demikian, Hyundai Hillstate kehilangan pemain yang sebenarnya sangat diinginkan oleh Kang Sung-hyung.

"Hyundai Hillstate disebut sangat kecewa dengan situasi tersebut," tambah sumber tersebut.

Dari sisi Hillstate, kegagalan mempertahankan Yauchi membuat mereka harus kembali menyusun rencana untuk mengisi slot kuota Asia.

Di tengah situasi tersebut, nama Megawati Hangestri semakin menguat.

Megawati memang memiliki profil yang sangat menarik bagi Hyundai Hillstate. Ia bukan pemain yang belum mengenal V-League. Sebaliknya, Megawati sudah merasakan langsung kerasnya kompetisi Korea selama dua musim bersama Red Sparks.

Pada musim 2023/2024, Megawati mencetak 736 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 43,95 persen.

Performanya bahkan meningkat pada musim 2024/2025. Megatron berhasil mengoleksi 802 poin dengan efektivitas serangan mencapai 48,06 persen.

Statistik tersebut menjadi modal penting bagi Megawati ketika kembali masuk dalam radar klub-klub Korea.

Namun, Hyundai Hillstate tetap tidak langsung mengambil keputusan.

Salah satu faktor yang membuat klub berhati-hati adalah kondisi fisik Megawati, terutama riwayat masalah lutut yang sebelumnya sempat menjadi perhatian.

Situasi tersebut menjadi masuk akal jika melihat pengalaman Hillstate pada musim sebelumnya.

Klub tersebut pernah menghadapi persoalan cedera pemain asing, sehingga aspek kebugaran menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan rekrutan berikutnya.

Keseriusan Hyundai Hillstate terhadap Megawati akhirnya terlihat dari langkah yang dilakukan Kang Sung-hyung.

Sang pelatih tidak hanya mengandalkan laporan atau statistik. Ia disebut datang langsung ke Indonesia untuk melihat penampilan Megawati bersama Jakarta Pertamina Enduro dalam grand final Proliga 2026 pada 24–25 April.

Pada akhirnya, perjalanan transfer Megawati menuju Hyundai Hillstate menunjukkan bahwa dirinya bukan pilihan pertama yang direncanakan klub sejak awal.

Pengalaman di V-League, statistik impresif, kekuatan serangan, popularitas, serta pemahaman terhadap kompetisi Korea menjadi alasan kuat bagi Hillstate untuk mengalihkan perhatian kepadanya.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan Beroperasi November Tahun Ini

Tol Yogya-Bawen Seksi 6 akan Beroperasi November Tahun Ini

November tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan operasionalkan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen
Ramalan Shio 10 September 2026: Naga Banyak Untung, Kelinci Atur Keuangan

Ramalan Shio 10 September 2026: Naga Banyak Untung, Kelinci Atur Keuangan

Ramalan shio 10 September 2026 mengungkap peluang keuangan 12 shio. Naga diprediksi banyak untung, sementara Kelinci perlu lebih cermat mengatur keuangan.
Sudah Gagal Terbang saat Bandara Soetta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 7 Mahasiswi Tertipu Tiket Bus di TikTok

Sudah Gagal Terbang saat Bandara Soetta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 7 Mahasiswi Tertipu Tiket Bus di TikTok

Tujuh orang mahasiswi asal Sumatera Barat (Sumbar) tertipu usai beli tiket bus lewat TikTok dampak dari gagal pulang melalui penerbangan di Bandara Soetta.
Kontroversi Buku Islam Ala Prabowo, Begini Penjelasan KH Asep Saifuddin Chalim

Kontroversi Buku Islam Ala Prabowo, Begini Penjelasan KH Asep Saifuddin Chalim

Kiai Miliader ini sudah mengusulkan kepada tim pembuat buku agar judulnya diubah karena sensitif.
Tiba di Istana, Erick Thohir Tegaskan 432 Atlet Indonesia Siap Tanding di Asian Games

Tiba di Istana, Erick Thohir Tegaskan 432 Atlet Indonesia Siap Tanding di Asian Games

Erick Thohir mengatakan sebagian atlet telah lebih dulu bertolak ke lokasi pertandingan karena sejumlah cabang olahraga harus menjalani persiapan dan pemusatan latihan lebih awal.
Teman Fajar Sahrudin Mengaku Diteror Hingga Konsul ke Psikiater Usai Namanya Tercantum dalam Autobiografi: Saya Cemas

Teman Fajar Sahrudin Mengaku Diteror Hingga Konsul ke Psikiater Usai Namanya Tercantum dalam Autobiografi: Saya Cemas

Pria bernama Fajar Sahrudin (31) atau Stewie diduga bunuh diri di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada akhir pekan lalu. Temannya berikan kesaksian.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT