Hendro Yap Pecahkan Rekor Nasional di Asian Games 2026, Simpan Tenaga untuk Marathon
- REUTERS/Andrew Boyers
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap berhasil mencatatkan rekor nasional (rekornas) saat debut di nomor half marathon race walk Asian Games 2026. Ia menyelesaikan perjuangannya dengan finis di posisi ketujuh usai mencatatkan waktu 1 jam 36 menit 49 detik di Aichi-Nagoya Race Walking Course, Rabu (23/9/2026).
Catatan tersebut membuat Hendro memangkas rekor nasional sebelumnya yang juga tercatat atas namanya, yakni 1 jam 37 menit 47 detik pada All Japan Race Walking Takahata 2025. Maka kini atlet berusia 36 tahun itu memperbaiki rekornya sendiri hingga 58 detik d Asian Games.
Meski berhasil mencatatkan pencapaian baru, Hendro belum mampu menembus podium nomor putra. Medali emas menjadi milik atlet China, Shi Shengji, dengan waktu 1 jam 23 menit 32 detik, disusul Toshikazu Yamanishi dari Jepang dengan 1 jam 28 menit 1 detik dan Choe Byeongkwang dari Korea Selatan dengan 1 jam 28 menit 35 detik.
Hendro mengakui masih menginginkan catatan waktu yang lebih baik, namun ia harus menyesuaikan diri dengan agenda berikutnya. Pasalnya ia masih dijadwalkan tampil dalam nomor marathon race walk pada 27 September sehingga pengelolaan tenaga menjadi salah satu pertimbangan penting.
“Puji Tuhan rekor baru. Pengennya sih lebih tajam, tapi ya begitu hasilnya tadi, karena masih ada marathon nanti,” kata Hendro.
Selain persiapan menghadapi nomor marathon, kondisi fisik Hendro juga menjadi perhatian karena ia baru tiba di Jepang dua hari sebelum pertandingan. Waktu pemulihan yang singkat membuatnya harus mengatur strategi agar tetap mampu menjalani rangkaian kompetisi di Asian Games 2026.
Menurut Hendro, pencapaian rekor nasional memang menjadi salah satu target tim pada nomor half marathon. Namun, ia menilai kondisi fisiknya dalam perlombaan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan.
“Sebenarnya yang saya inginkan adalah kondisinya, bukan hanya hasil. Kondisi yang saya inginkan tadi belum tercapai. Saya masih belum tahu nanti bagaimana kondisi saya di marathon,” tambahnya.
Hasil ini bakal menjadi bahan evaluasi bagi Hendro untuk meningkatkan performa pada kompetisi berikutnya. Setelah lebih dari dua dekade menekuni jalan cepat dan 18 tahun memperkuat tim nasional, ia masih ingin mengembangkan beberapa aspek.
“Yang pasti banyak hal yang ingin ditingkatkan, terutama daya kecepatan dan kekuatan. Saya masih ingin mengulik sport science di jalan cepat karena memang masih minim di Indonesia, terutama dari sisi nutrisi,” lanjutnya lagi.
Hendro juga memberikan apresiasi terhadap kondisi cuaca di Jepang yang dinilainya mendukung jalannya perlombaan. Dukungan tim Indonesia selama berada di lokasi pertandingan turut menjadi faktor yang ia syukuri setelah menyelesaikan nomor half marathon.
“Cuacanya sangat membantu. Tim support dari Indonesia juga bagus sekali,” ujarnya.
Tidak hanya Hendro, atlet jalan cepat putri Indonesia, Violine Intan Puspita, turut mencatatkan hasil penting pada nomor yang sama. Violine menempati posisi kedelapan dengan waktu 1 jam 51 menit, sekaligus memperbaiki rekor nasional sebelumnya dari 1 jam 52 menit 16 detik menjadi 1 jam 51 menit.
Di nomor putri, medali emas diraih Yang Liujing dari China dengan catatan 1 jam 33 menit 40 detik. Kristina Morozova dari Kazakhstan merebut perak dengan waktu 1 jam 35 menit 25 detik, sedangkan Jiang Yunyan dari China membawa pulang perunggu setelah membukukan 1 jam 35 menit 26 detik.
(nad)
Load more