News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Resmi! KOVO Cup 2026 Gunakan Aturan Baru, Ini Penjelasannya

Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan sejumlah regulasi baru yang akan mulai diberlakukan di turnamen pramusim KOVO Cup 2026. Sejumlah aturan pun berubah, termasuk soal pelanggaran dalam pertandingan.
Selasa, 29 September 2026 - 15:53 WIB
Hyundai Hillstate vs Red Sparks di Liga Voli Korea 2024/2025
Sumber :
  • KOVO

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan sejumlah regulasi baru yang akan mulai diberlakukan di turnamen pramusim KOVO Cup 2026. Sejumlah aturan pun berubah, termasuk soal pelanggaran dalam pertandingan.

Melansir dari Monsterzym di Naver Sports, perubahan regulasi di ajang 2026 YeosuĀ·NH NongHyup Cup atau KOVO Cup 2026 menyesuaikan standar aturan standar Federasi Bola Voli Internasional (FIVB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KOVO Cup 2026 sendiri berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, pada 11-25 Oktober 2026, dengan sektor putri akan digelar lebih dulu pada 11-18 Oktober dan putra pada 19-25 Oktober mendatang.

Sejumlah perubahan yang diterapkan di KOVO Cup 2026 beberapa di antaranya seperti Catch Ball hingga perubahan sisi lapangan. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Bola Menyentuh Garis Tetap IN

Salah satu perubahan regulasi ialah penentuan bola IN atau OUT, yang selama ini biasa disaksikan melalui video challenge pertandingan.Ā 

Namun saat KOVO Cup 2026, bola akan dinyatakan masuk jika pada bagian mana pun selama proses bersentuhan dengan lantai bola masih menyentuh garis, bukan lagi berdasarkan kondisi tekanan maksimum bola terhadap permukaan lapangan seperti aturan sebelumnya.

Artinya, bola yang hanya menyentuh garis secara tipis tetap dapat dinyatakan IN, meskipun posisi akhirnya membuat garis terlihat berada di luar bidang kontak bola. Perubahan ini membuat proses video challenge menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan penggemar karena standar yang digunakan wasit berbeda dari musim sebelumnya.

2. Net Touch Tak Lagi Otomatis Pelanggaran

Aturan net touch juga terjadi perubahan dan tidak lagi hanya melihat apakah pemain menyentuh net atau tidak. Pelanggaran akan diberikan jika sentuhan tersebut berkaitan langsung dengan gerakan bermain, seperti lompatan, pukulan atau percobaan pukulan, pendaratan, hingga persiapan melakukan gerakan berikutnya.

Sehingga sentuhan net tidak otomatis membuat sebuah reli dihentikan. Wasit harus melihat apakah sentuhan tersebut memang berkaitan dengan gerakan bermain pemain sebelum menentukan adanya pelanggaran.

3. Posisi Penerima Servis Berubah

Lalu posisi tim penerima servis atau positional fault. Jika sebelumnya posisi pemain penerima dinilai ketika server melakukan toss bola, aturan baru menggunakan awal gerakan servis sebagai acuan, termasuk ketika server mulai melakukan langkah atau menggerakkan tangan dan kaki.

Penyesuaian ini memberikan pemain penerima ruang untuk bergerak setelah gerakan servis dimulai. Tim penerima tetap harus berada dalam urutan rotasi yang benar ketika wasit meniup peluit, tetapi pemain dapat mulai bergerak setelah aksi servis berlangsung.

4. Catch Ball Diperketat

KOVO juga memperketat penerapan aturan catch ball, terutama terhadap tindakan yang membuat bola seperti ditahan atau diarahkan secara tidak sah. Menangkap bola dengan telapak tangan, mengubah lintasan bola, atau mendorong bola akan diperiksa lebih ketat dengan mengacu pada pedoman FIVB.

Aturan tersebut menjadi perhatian karena cara pemain memainkan bola dalam situasi tertentu dapat menentukan apakah sebuah kontak masih dianggap sah atau sudah masuk kategori pelanggaran.Ā 

5. Pergantian Sisi Lapangan Berubah

Perubahan lainnya berkaitan dengan pergantian sisi lapangan, khususnya ketika pertandingan berlangsung hingga lima set. Setelah set kedua berakhir, kedua tim akan bertukar sisi, sedangkan pada set kelima dilakukan coin toss dan pergantian sisi kembali dilakukan ketika salah satu tim mencapai delapan poin.

(nad)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ā 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia

IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia

IEU-CEPA berpotensi menghapus gap tarif produk padat karya RI-Vietnam di Eropa dan membuka peluang Indonesia menarik relokasi investasi.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Desak Sekolah Tindak Tegas Pelaku Bully, Viral Siswa Diduga Jadi Korban Perundungan Senior

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Desak Sekolah Tindak Tegas Pelaku Bully, Viral Siswa Diduga Jadi Korban Perundungan Senior

Viral di media sosial, yang memperlihatkan adanya seorang ibu datang ke tempat tongkrongan senior yang diduga pelaku bully pada anaknya. Kasus ini disorot KDM.
Usai Ditetapkan Tersangka, Polisi Bakal Periksa Masinis KA Argo Bromo Anggrek Pekan Depan

Usai Ditetapkan Tersangka, Polisi Bakal Periksa Masinis KA Argo Bromo Anggrek Pekan Depan

Masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi
Raih Medali Emas Asian Games 2026, Loe/Daniel Beberkan Kunci Kemenangan Comeback atas Wakil China di Partai Final

Raih Medali Emas Asian Games 2026, Loe/Daniel Beberkan Kunci Kemenangan Comeback atas Wakil China di Partai Final

Ganda campuran andalan Indonesia yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil meyumbang medali emas ketiga untuk Merah Putih di gelaran Asian Games 2026.
Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi kian meluas hingga mendekati
DEN Ungkap Kunci RI Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

DEN Ungkap Kunci RI Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

DEN menyebut stabilitas makroekonomi menjadi fondasi penting untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT