Asian Games 2026 Chaos, Wali Kota Nagoya Minta Maaf pada 17 Ribu Atlet dan Ofisial Tim
- REUTERS/Andrew Couldridge
Jakarta, tvOnenews.com - Asian Games 2026 menjadi sorotan dengan sejumlah masalah yang terjadi bahkan sebelum penyelenggaraan ajang multi-olahraga digelar.
Dari mulai gangguan cuaca seperti banjir, akomodasi atlet yang tak terpenuhi hingga perubahan jadwal mendadak terjadi dalam penyelenggaraan Asian Games 2026.
Wali Kota Nagoya sekaligus pelaksana tugas ketua panitia penyelenggara Asian Games 2026, Hirozawa Ichiro, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para atlet dan ofisial.
Asian Games 2026 diikuti lebih dari 17.000 atlet serta anggota kontingen. Jumlah tersebut membuat skala penyelenggaraan multiajang olahraga ini sangat besar, tetapi sejumlah persoalan justru muncul terkait pelayanan kepada peserta.
Hirozawa mengakui terdapat kekurangan dalam pelaksanaan yang berdampak kepada atlet dan pihak terkait. Ia menyatakan panitia harus melakukan evaluasi serius atas berbagai persoalan yang terjadi.
"Kepada para atlet dan pihak terkait yang telah mengalami ketidaknyamanan, kami harus menyampaikan permintaan maaf. Kami harus dengan tulus merefleksikan bahwa telah terjadi kekurangan dalam pelaksanaan," kata Hirozawa dilansir dari laman Jiji, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, sejumlah persoalan dipicu oleh kesalahan manusia serta kurangnya komunikasi antara panitia dan kontingen dari berbagai negara. Pihak penyelenggara kini disebut tengah menangani masalah tersebut agar tidak kembali mengganggu jalannya kompetisi.
Salah satu persoalan muncul karena Asian Games kali ini tidak menyediakan kampung atlet. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menekan biaya, sehingga peserta ditempatkan di hotel, fasilitas penginapan berbentuk kontainer, hingga kapal pesiar Costa Serena.
Sejumlah kontingen kemudian menyampaikan keluhan terkait fasilitas penginapan sementara. Salah satu persoalan yang mencuat bahkan berkaitan dengan ukuran tempat tidur yang dinilai terlalu pendek bagi sebagian atlet.
Masalah lain terjadi pada pertandingan ketika lagu kebangsaan Korea Selatan sempat tertukar dengan lagu kebangsaan Korea Utara. Panitia kemudian meminta maaf atas insiden tersebut dan menyebutnya sebagai kesalahan dalam operasional.
Gangguan transportasi juga dilaporkan terjadi selama turnamen berlangsung. Beberapa bus antar-jemput mengalami keterlambatan, tidak beroperasi sesuai jadwal, bahkan terdapat peserta yang dilaporkan dibawa menuju lokasi berbeda dari tujuan semestinya.
Load more