Meski Dinyatakan Tidak Melakukan Pelanggaran Seksual, Ko Hee-jin Tetap Mendapat Sanksi dari KOVO Gara-gara ini
- KOVO
tvOnenews.com - Federasi bola voli Korea Selatan (KOVO) telah menjatuhkan sanksi terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi didalam skuad Red Sparks.
Sebelumnya, Liga Voli Korea dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan salah satu staf pelatih tim Red Sparks.
Kasus ini mencuat pada bulan Juli 2026 lalu saat salah satu staf pelatih Red Sparks disebut-sebut melakukan tindakan pelecehan seksual kepada seorang pemain.
- Red Sparks
Kejadian tersebut terjadi pada saat acara makan malam tim di jed All Stars Liga VOli Korea.
Kejadian itu pun membuat Red Sparks kemudian melaporkan kasus tersebut kepada Federasi Voli Korea (KOVO) dan Pusat Etika Olahraga, sekaligus memisahkan pihak yang terlibat.
Tak hanya itu, adanya tekanan dari fans juga membuat pelatih kepala Red Sparks yakni Ko Hee-jin memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih tim
Saat itu Ko hee-jin mengungkapkan jika dirinya tidak mengetahui adanya insiden pelecehan seksual yang terjadi saat makan malam tim tersebut.
Sikap itu pun mendapatkan kecaman dari fans karena Ko Hee-jin dinilai yang paling bertanggung jawab karena berstatus sebagai pelatih kepala.
Hal itu juga lah yang mendorong Red Sparks langsung membatasi keterlibatan Ko Hee-jin di dalam tim sebelum akhirnya sang pelatih menyatakan mundur secara sukarela.
Kini, setelah menjalani pertemuan dengan Komite Disiplin Kami (8/10/2026) KOVO akhirnya mengumumkan sanksi yang dijatuhkan termasuk untuk Ko Hee-jin.
Melansir dari laman My Daily, Setelah menyelidiki masalah tersebut, Pusat Etika Olahraga meminta KOVO untuk mendisiplinkan dua pelatih (seorang pelatih dan seorang kepala pelatih) yang terlibat.
KOVO sebenarnya telah menyatakan jika mereka tidak menemukan unsur pelanggaran seksual yang dilakukan oleh Ko Hee-jin.
- KOVO
Akan tetapi, sikap Ko Hee-jin yang mengaku tidak mengetahui adanya pelecehan seksual saat kejadian dinilai sebagai tindakan yang merusak martabat.
"Kami menegaskan bahwa perilaku Pelatih A tidak termasuk pelanggaran seksual. Namun, karena ucapan dan perilaku yang tidak pantas di tempat yang tidak pantas, kami menetapkan bahwa hal itu termasuk dalam 'tindakan lain yang merusak martabat' sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 10, Ayat 1, Butir 1 Peraturan Disiplin KOVO dan Pasal 11, Ayat 5 Standar Tindakan Disiplin dan Denda (Umum)." terang KOVO.
Atas keputusan itu, Ko Hee-jin dijatuhkan hukuman denda sebesar 3 juta Won atau serata Rp40 Juta.
"Kami mempertimbangkan secara komprehensif tingkat keparahan dan keadaan tindakan tersebut, serta perilaku dan jasanya yang biasa," tulis KOVO.
Sementara itu, staf pelatih yang menjadi pelaku pelecehan seksual mendapatkan hukuman yang lebih berat dibanding Ko Hee-jin.
"Kami menetapkan bahwa perilaku Pelatih B yang bersangkutan merupakan tindakan anti-sosial serius yang berkaitan dengan pelanggaran seksual." terang KOVO.
"Oleh karena itu, sesuai dengan Pasal 10, Ayat 1, Butir 1 Peraturan Disiplin KOVO dan Pasal 11, Ayat 4 Standar Tindakan Disiplin dan Denda (Umum), kami memutuskan untuk menangguhkan kualifikasi selama lima tahun," lanjutnya.
Saat ini, Red Sparks sendiri tengah bersiap menghadapi musim baru Liga Voli Korea dengan pelatih baru, Kwon Sun-chan.
Dibawah arahan pelatih Kwon Sun-chan, Red Sparks akan melakoni laga perdananya di gelaran KOVO Cup 2026 hari Minggu (11/10/2026).
Pada laga perdana mereka di KOVO Cup 2026, Red Sparks akan langsung berjumpa Pink Spiders.
(akg)
Load more