News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Dilarang Bermain Seumur Hidup oleh BWF

Skandal match fixing pernah mengguncang bulu tangkis Indonesia. 3 pebulu tangkis ini dihukum larangan seumur hidup oleh BWF. Simak daftar lengkapnya.
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:27 WIB
Gelar 3000 Pertandingan, BWF Ubah Format dan Regulasi Turnamen Baru di 2027
Sumber :
  • Logo BWF

tvOnenews.com - Dunia bulu tangkis Indonesia pernah diguncang skandal besar yang meninggalkan noda dalam sejarah olahraga tepok bulu Tanah Air.

Di tengah reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia, kabar tentang keterlibatan sejumlah atlet dalam praktik match-fixing atau pengaturan skor menjadi pukulan telak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akhirnya menjatuhkan sanksi berat kepada delapan pebulu tangkis Indonesia dalam kasus tersebut.

Dari jumlah itu, tiga nama menerima hukuman paling berat: larangan bermain seumur hidup dari seluruh aktivitas bulu tangkis.

Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto.

Keputusan ini diumumkan BWF setelah investigasi panjang yang berawal dari laporan whistleblower.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan manipulasi pertandingan, taruhan, hingga upaya memengaruhi hasil laga demi keuntungan finansial.

BWF menegaskan, hukuman berlaku efektif sejak 18 Januari 2021, dan ketiganya dilarang terlibat dalam kegiatan apa pun yang berkaitan dengan bulu tangkis, baik sebagai pemain, pelatih, ofisial, maupun peran lain di lingkungan olahraga tersebut.

Tiga Pebulu Tangkis Indonesia yang Dihukum Seumur Hidup oleh BWF

1. Hendra Tandjaya

Nama pertama yang terseret paling dalam dalam skandal ini adalah Hendra Tandjaya. Berdasarkan hasil penyelidikan BWF, Hendra dinilai sebagai salah satu figur sentral dalam jaringan pengaturan skor yang melibatkan pemain Indonesia di turnamen level bawah internasional.

BWF menemukan Hendra terlibat dalam 10 pertandingan yang dimanipulasi.

Tak hanya itu, ia juga disebut memperoleh keuntungan dari aktivitas taruhan di ajang resmi bulu tangkis.

Perannya yang sangat dominan membuat hukumannya menjadi yang paling berat: larangan seumur hidup dari dunia bulu tangkis.

2. Ivandi Danang

Nama berikutnya adalah Ivandi Danang. Dalam temuan BWF, Ivandi bukan hanya ikut terlibat dalam pengaturan pertandingan, tetapi juga disebut mendanai skema manipulasi skor yang melibatkan pemain lain.

Ivandi terbukti berupaya memengaruhi hasil dua pertandingan, dan dari aktivitas tersebut ia diduga memperoleh keuntungan finansial.

Peran aktifnya dalam pendanaan praktik ilegal itu menjadi salah satu alasan BWF menjatuhkan sanksi paling keras, yakni larangan bermain seumur hidup.

3. Androw Yunanto

Pebulu tangkis ketiga yang menerima hukuman serupa adalah Androw Yunanto. Berbeda dengan Hendra dan Ivandi yang lebih banyak tampil di nomor ganda, Androw diketahui aktif di sektor tunggal putra dan ganda putra.

BWF menyatakan Androw terlibat dalam empat pertandingan yang dimanipulasi. Ia juga disebut memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.

Situasi Androw makin berat karena selama proses penyelidikan, ia dinilai tidak kooperatif, yang kemudian ikut memperparah sanksi yang diterimanya.

Hasil akhirnya, Androw juga dijatuhi larangan seumur hidup dari seluruh kegiatan bulu tangkis.

Bukan Cuma Tiga, Ada Delapan Atlet Indonesia yang Terseret

Skandal ini sebenarnya tidak hanya menyeret tiga nama di atas. Dalam keputusan BWF, total ada delapan pebulu tangkis Indonesia yang dijatuhi sanksi karena pelanggaran terkait match-fixing, manipulasi pertandingan, dan taruhan.

Selain Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto, lima atlet Indonesia lain yang ikut dihukum adalah:

Sekartaji Putri
Mia Mawarti
Fadila Afni
Aditiya Dwiantoro
Agrippina Prima Rahmanto Putra

Namun, kelima nama tersebut tidak dihukum seumur hidup. Menurut ringkasan kasus yang dirilis BWF, lima atlet lain mendapat sanksi antara 6 hingga 12 tahun, plus denda dengan nominal berbeda-beda.

BWF menyebut tiga nama yang dihukum seumur hidup merupakan figur sentral yang mengatur dan mengoordinasikan manipulasi pertandingan untuk mendapatkan uang.

Kisah Agrippina Prima: Menolak Tawaran, tapi Tetap Kena Hukuman

Salah satu nama yang paling menyita perhatian dalam kasus ini adalah Agrippina Prima Rahmanto Putra.

Ia sempat buka suara soal kronologi dirinya terseret dalam pusaran match-fixing, khususnya yang berkaitan dengan Vietnam Open 2017.

Dalam penuturannya, Agrippina mengaku sempat mendapat tawaran untuk mengalah dalam pertandingan, tetapi ia menolak.

"Itu kejadiannya pada 2017. Jadi saya ditawarin oleh pihak tertentu untuk mengalah tapi saya dengan dan sangat jelas menolak tawaran tersebut,"

Agrippina juga mengaku datang memenuhi panggilan BWF dengan membawa bukti percakapan di ponselnya.

"Saya datang saja ke [pemanggilan] BWF dengan [barang bukti] handphone yang ada pesan dengan oknum tersebut, saya kan percaya diri karena di situ sangat jelas saya menolak tidak mau,"

Meski menolak ajakan tersebut, Agrippina tetap dijatuhi hukuman karena tidak melaporkan tawaran pengaturan skor itu kepada federasi.

Ia menerima sanksi larangan bermain selama enam tahun, bukan seumur hidup.

Ia pun sempat menyinggung peluang banding yang sebenarnya terbuka, tetapi tidak diambil karena proses pemberitahuan putusan dinilai sudah terlambat.

Kasus ini terasa sangat miris karena datang dari negara yang selama puluhan tahun identik dengan prestasi bulu tangkis dunia.

Indonesia punya sejarah panjang melahirkan juara Olimpiade, juara dunia, hingga pasangan-pasangan legendaris yang disegani lawan.

Karena itu, skandal match-fixing ini bukan hanya soal hukuman terhadap individu, tetapi juga soal citra bulu tangkis Indonesia di mata internasional.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apresiasi Kinerja Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan, Kemendagri Beri Penghargaan Daerah Berprestasi Regional Papua

Apresiasi Kinerja Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan, Kemendagri Beri Penghargaan Daerah Berprestasi Regional Papua

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah (Pemda) berprestasi di Tanah Papua. 
Incaran Baru AC Milan di Bursa Transfer, Ikut Pantau Wonderkid Swedia yang Jadi Primadona Liga Inggris

Incaran Baru AC Milan di Bursa Transfer, Ikut Pantau Wonderkid Swedia yang Jadi Primadona Liga Inggris

AC Milan masuk dalam daftar klub yang memantau Lucas Bergvall pada bursa transfer musim panas 2026. Gelandang Swedia itu disebut bakal tinggalkan Tottenham.
Menkes Colek Pemda Minta Anjing-Kucing Divaksin Rabies: Daripada Kegigit Duluan Biayanya Lebih Mahal!

Menkes Colek Pemda Minta Anjing-Kucing Divaksin Rabies: Daripada Kegigit Duluan Biayanya Lebih Mahal!

Menkes Budi Gunadi menjelaskan bahwa vaksin untuk anjing biayanya hanya Rp50.000. Sedangkan jika vaksin manusia yang telah terpapar rabies bisa Rp650.000, alias 12 kali lipat lebih mahal.
Terobos Perlintasan saat Palang Tertutup, Pengendara Motor Tewas Disambar KA Ijen Ekspres di Probolinggo

Terobos Perlintasan saat Palang Tertutup, Pengendara Motor Tewas Disambar KA Ijen Ekspres di Probolinggo

Seorang pengendara sepeda motor yang identitasnya belum diketahui meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Ijen Ekspres di perlintasan kereta api Desa Tigasan Wetan
Mendagri Tito: Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi untuk Memotivasi Daerah agar Tingkatkan Kinerja

Mendagri Tito: Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi untuk Memotivasi Daerah agar Tingkatkan Kinerja

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah (Pemda) berprestasi merupakan upaya memotivasi daerah agar meningkatkan kinerja. 
Cerita Apes AC Milan, Hampir Dapatkan Bintang Piala Dunia 2026 yang Kini Merapat ke Bayern Munchen

Cerita Apes AC Milan, Hampir Dapatkan Bintang Piala Dunia 2026 yang Kini Merapat ke Bayern Munchen

AC Milan sempat berada di barisan terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Ismael Saibari. Namun, gelandang serang Maroko itu justru bakal gabung Bayern Munchen.

Trending

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link Live Streaming Princess Cup 2026: Ada Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Vs Australia

Link live streaming Princess Cup 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia U-18 akan memulai perjuangannya saat melawan Australia di hari pertama ajang yang berlangsung di Thailand tersebut.
KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

KPK Diminta Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Beasiswa di Aceh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan mengusut dugaan korupsi dana beasiswa di Aceh.
Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Detik-detik Ibu Bonceng Anak Dilempar Bom Molotov di Jakut, Nasib Keduanya Bikin Merinding

Aksi pelemparan bom molotov terhadap seorang ibu yang tengah membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos) Instagram @jakut.info.
Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi Berkomentar Menohok Terkait Kejaksaan Tangguhkan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Sangat Berbahaya

Kubu Jokowi lontarkan komentar menohok terkait Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tanggungkan dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yakni Roy Suryo dan
Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Pecahkan Rekor Klose, Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia

Lionel Messi kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Argentina itu kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia 2026.
Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

Seluruh Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan dan Penyekapan 3 Tahun oleh Pacar Ditanggung Pemprov Jabar

KDM menegaskan pihak keluarga tidak perlu lagi mengkhawatirkan urusan administrasi medis karena seluruh akomodasi ditanggung langsung hingga korban pulih total
Meski Sudah Resmi WNI, 3 Bintang Liga Eropa Ini Belum Pernah Bela Timnas Indonesia di Era John Herdman

Meski Sudah Resmi WNI, 3 Bintang Liga Eropa Ini Belum Pernah Bela Timnas Indonesia di Era John Herdman

Meski sudah WNI dan mendapat izin FIFA untuk membela Timnas Indonesia, tiga pemain di Liga Eropa ini belum pernah memperkuat skuad Garuda pada era John Herdman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT