Hasil Tinju Dunia: Hantam Mario Barrios Sampai Cedera Tangan, Ryan Garcia Rebut Sabuk Gelar Juara Kelas Welter WBC
- Instagram.com/@wbcboxing
Jakarta, tvOnenews.com - Hasil tinju dunia, di mana Ryan Garcia berhasil mengalahkan Mario Barrios dan merebut gelar juara kelas welter WBC.
Selesai sudah rangkaian pertarungan The Ring: High Stake dengan duel utama antara Mario Barrios (29-3-2, 18 KO) vs Ryan Garcia (25-2, 20 KO, 1 NC), di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat pada Minggu (22/2/2026).
Hasilnya Ryan Garcia memenangi duel melawan Mario Barrios dalam 12 ronde lewat keputusan bulat (119-108, 120-107, 118-109), dan sukses merebut sabuk gelar juara kelas welter WBC.
Jalannya Pertarungan:
Ryan Garcia melakukan ring walk lebih dulu, di mana ia tampil percaya diri saat memasuki arena tarung dan sempat berinteraksi dengan sang putra. Sementara Mario Barrios juga tak kalah percaya diri sambil diiring budaya Meksiko.
Ronde pertama, Ryan Garcia langsung tampil agresif, yang mengerahkan pukulan jarak dekat disaat Mario Barrios memilih banyak bertahan.
King Ryan lebih unggul bahkan satu pukulannya sempat membuat Barrios terjatuh. Aztec terus mendapatkan pukulan bertubi, ia hanya membalasnya sesekali dengan pukulan hook. Garcia menguasai ronde pertama.
Ronde kedua, Garcia masih tampil eksplosif di mana ia unggul dari segi kecepatan pukulan sehingga membuat Barrios cukup kelimpungan. Namun sang pemegang gelar berusaha tetap membalas dengan pukulan panjang.
Hook rendah dilancarkan oleh Garcia, dilanjutkan dengan uppercut dan pukulan kombinasi. King Ryan masih terlihat tajam dan kuat, membuatnya berpotensi merebut gelar juara kelas welter WBC.
Ronde ketiga, petinju kontroversial itu masih mendominasi karena kecepatan tangannya masih menyulitkan Barrios yang kini masih hanya bisa bertahan.
Namun Azteca mencoba menyerang dengan pukulan jab ganda yang mengenai tubuh Garcia. Lawannya kemudian membalasnya dengan satu bogem mentah, cukup bikin Barrios terkejut dan serangannya buyar. Putaran ditutup dengan pukulan kanan bersih dari Garcia.
Ronde keempat, Garcia terus melancarkan kombinasi pukulan cepat ke arah Barrios di menit awal. Namun tim Barrios memberitahu bahwa Garcia nampak mulai kelelahan.
Meski demikian, Garcia terus melepaskan pukulan keras ke arah pertahanan Barrios, dan membuatnya beberapa kali kehilangan keseimbangan. Pukulan hook kiri Garcia juga beberapa kali mengenai sasaran, diikuti oleh bodyshot.
Pukulan kanan keras sempat menghantam wajah Barrios. Tercatat, Ryan Garcia unggul sepanjang empat ronde, sedangkan Mario Barrios hanya mampu bertahan.
Ronde kelima, Barrios lagi-lagi mengawalinya dengan tak cukup baik, serangkaian jab membuat wajahnya makin terluka dan lebam. Garcia terus mendominasi setiap ronde dan makin membuat sang pemegang gelar tertekan.
Kombinasi pukulan satu-dua-satu sempat menjatuhkan Barrios ke tali ring, yang membuat duel terasa sangat berat sebelah. Hook kiri yang bersih, diikuti oleh pukulan kanan diberikan oleh Barrios di 30 detik tersisa, namun dibalas Garcia yang melepaskan pukulan kombinasi.
Ronde keenam dibuka dengan pukulan keras serta dorongan dari Garcia sempat membuat Mario Barrios terpental hingga terjatuh.
Namun Barrios berhasil melancarkan pukulan kanan, tetapi menerima kombinasi balasan dari King Ryan. Pukulan kanan dari Garcia, lalu sebuah hook kiri saat Barrios mencoba memperpendek jarak.
Ronde ketujuh, Mario Barrios yang terbilang bukan petinju dengan pukulan keras makin tertinggal banyak poin dan kalah telak dari lawannya. Pukulan Garcia terus menghantam dagu Barrios.
Mario Barrios tidak mampu mengatasi kecepatan pukulan Garcia. Setiap kali Garcia melepaskan pukulannya, Barrios nampak kebingungan. Lalu dua pukulan tangan kanan dan kiri berturut-turut mengakhiri ronde ini.
Ronde kedelapan, Ryan Garcia terus menunjukkan kemampuannya di mana meski dirinya sudah terlihat kelelahan namun tangan dan kakinya masih saja gesit dan lincah. Barrios beberapa kali memberikan jab jarak jauh namun belum efektif.
Berbeda dengan Garcia yang pukulannya nyaris selalu tepat sasaran mengenai wajah dan perut lawannya. King Ryan sempat mendapatkan teguran dari wasit karena saat berada dalam posisi clinch, ia mengunci leher Barrios dengan lengannya.
Ronde kesembilan, Ryan Garcia sempat mengatakan kepada pelatihnya bahwa tangan kanannya mengalami cedera. Hal ini cukup menjadi jawaban mengapa ia menurunkan tempo pertandingan dan sedikit melambat dalam beberapa menit terakhir.
Selain itu King Ryan memang terlihat lebih banyak bertarung menggunakan tangan kirinya, dan memberikan kesempatan untuk Barrios membalasnya karena melihat sedikit celah untuk melawan. Namun tetap saja, Garcia masih unggul.
Ronde 10, keduanya terlibat jual beli serangan dan sempat sama-sama terkejut kala mendapatkan hantaman satu sama lain. Meski dalam keadaan cedera, Garcia beberapa kali mampu memberikan pukulan satu-dua yang keras.
Meski Joe Goossen sang pelatih mengatakan bahwa Barrios masih punya tiga ronde untuk mengalahkan Garcia, namun hal tersebut peluangnya kecil dan Azteca hanya bisa mengalahkannya lewat KO/TKO yang belum juga terjadi.
Ronde 11, kali ini Mario Barrios nampak lebih banyak menyerang. Garcia beberapa kali mundur dan hanya menjaga jarak untuk menghindari pukulan lawannya.
Garcia memang sudah diberi tahu oleh timnya untuk tidak mengambil risiko mengingat kondisi tangan kanannya yang cedera. Meski demikian, ia tetap mengerahkan pukulan hook kiri diikuti pukulan kanan beruntun di menit terakhir. Walau berjalan lambat bagi Garcia, akan tetapi Barrios belum mampu memanfaatkannya.
Ronde 12, Barrios tidak bisa melakukan apapun untuk membalikkan kedudukan. Pukulan jab dari Garcia terus mengenai sasaran, dan Barrios mendaratkan pukulan balasan tangan kanan.
Sementara Barrios mulai melancarkan serangan bertubi-tubi saat Garcia terdesak. Garcia membalikkan badan dan mendorong Barrios ke lantai dengan bahunya. Pukulan hook kiri dari Garcia memastikan kemenangan lewat keputusan bulat.
Setelah itu juri pun memutuskan untuk memberikan kemenangan kepada Ryan Garcia atas Mario Barrios lewat keputusan bulat atau unanimous decision (119-108, 120-107, 118-109).
Hasil ini membuat King Ryan sukses menjadi petinju peraih gelar juara kelas welter WBC dan akhirnya meraih gelar mayor pertamanya.
(nad)
Load more