Kronologi IBF Resmi Cabut Gelar Juara Milik Jai Opetaia, Gara-gara Langgar Aturan
- Instagram.com/@zuffaboxing
Lalu Daryl Peoples menjelaskan bahwa IBF mengakui IBO, dan menambahkan bahwa seperti organisasi penyelenggara lainnya dalam tinju profesional di Amerika Serikat, IBF tunduk pada kerangka regulasi federal yang sama. Persetujuan pun tetap ditolak.
Diskusi kemudian berlanjut dengan Joshua Dubin, seorang pengacara yang menyatakan bahwa dirinya ditunjuk untuk mewakili Opetaia, serta Sean Gibbons dari Manny Pacquiao Promotions (MP) dan Knucklehead Boxing.
Menurut Gibbons, ia diminta menjadi mediator atas permintaan Harrison Whitman, yang bekerja bersama para eksekutif TKO. Dalam email tertanggal 28 Februari 2026, Gibbons menulis, “Setiap permintaan sebelumnya terkait pertarungan ini tidak sah dan harus diabaikan.”.
Setelah itu, IBF tidak lagi berkomunikasi dengan Michael Francis, dan seluruh komunikasi dilanjutkan antara Gibbons dan Dubin. Pada 1 Maret 2026, IBF menerima permohonan dari Gibbons untuk memberikan persetujuan terhadap pertarungan Opetaia vs Glanton untuk gelar IBF kelas cruiser di bawah promosi MP.
Selanjutnya pada 3 Maret 2026, IBF menerima surat dari Dubin atas nama Opetaia yang menegaskan bahwa “Zuffa Boxing … tidak akan mengiklankan atau mempromosikan pertarungan ini sebagai ‘unifikasi’.”
Surat tersebut juga menyatakan bahwa “sabuk apa pun yang diberikan akan dianggap sebagai trofi atau simbol penghargaan.” Gibbons juga menyampaikan kepada Presiden Peoples bahwa gelar Zuffa tidak akan dipertandingkan. Berdasarkan kondisi tersebut, IBF akhirnya memberikan persetujuan terhadap pertarungan itu.
Namun, bertentangan dengan pernyataan tersebut, dalam konferensi pers di Las Vegas pada 6 Maret 2026 ditegaskan bahwa pertarungan Opetaia vs Glanton akan memperebutkan “Zuffa World Cruiserweight Championship.”.
IBF kemudian memberitahu Gibbons bahwa persetujuan untuk pertarungan tersebut telah dicabut setelah konferensi pers berlangsung. Akibatnya, pertarungan itu dikategorikan sebagai pertarungan tanpa persetujuan (unsanctioned contest) berdasarkan Aturan IBF 5.H, yang menyatakan:
“Pertarungan tanpa persetujuan adalah pertarungan yang tidak secara resmi disetujui oleh IBF atau di mana persetujuannya telah dicabut secara resmi. Jika seorang juara mengikuti pertarungan tanpa persetujuan dalam batas kelas beratnya, maka gelar akan dinyatakan kosong, baik juara tersebut menang maupun kalah.”
Biaya persetujuan yang telah dibayarkan kepada IBF oleh Gibbons pada 6 Maret pun dikembalikan pada 7 Maret.
Load more