Akhir Sebuah Era Mantan Juara UFC: Israel Adesanya Kembali Menelan Kekalahan Keempat Beruntun
- ANTARA/Laman MMA Fighting
tvOnenews.com - Mantan juara kelas menengah UFC, Israel Adesanya kembali harus menerima kekalahan pahit di UFC. Pertarungan berakhir ketika serangan ground-and-pound dari Joe Pyfer menghentikannya pada menit 4:18 ronde kedua dalam laga utama mereka.
Dalam pertarungan terbesar sepanjang kariernya, Joe Pyfer (16-3 MMA, 7-1 UFC) tampil luar biasa dan berhasil menundukkan salah satu petarung kelas menengah terbaik yang pernah ada dalam olahraga ini.
Israel Adesanya sebenarnya memulai laga dengan baik. Ia tampil sabar dan menjalankan strategi secara efektif di ronde pertama. Melalui tendangan kaki dan kontrol jarak, ia tampak mampu melemahkan Pyfer.
- UFC
Namun, situasi berubah drastis di ronde kedua. Pukulan keras Pyfer mulai mengenai sasaran secara konsisten—dan dengan dampak yang signifikan.
Petarung berjuluk The Last Stylebender itu kemudian memilih untuk terlibat lebih dekat melalui clinch, keputusan yang justru menjadi titik awal kejatuhannya.
Setelah terjatuh, Pyfer dengan cepat mengambil alih kendali. Ia masuk ke posisi mount, kemudian beralih ke posisi belakang.
Saat Adesanya mencoba berguling, Joe Pyfer melancarkan rentetan pukulan ground-and-pound hingga pertarungan dihentikan.
Pyfer, 29 tahun, kini mencatat empat kemenangan beruntun, dengan kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam kariernya.
Sebelumnya, ia meraih tiga kemenangan berturut-turut atas Marc-Andre Barriault, Kelvin Gastelum, dan Abus Magomedov.
Dalam wawancara setelah laga, ia mengungkapkan bahwa beberapa minggu lalu dirinya sempat berada di titik terendah hingga hampir bunuh diri, namun ia merasa terselamatkan oleh keyakinannya.
- Instagram.com/ufc
Sementara itu, Israel Adesanya yang kini berusia 36 tahun tengah melalui periode sulit dalam kariernya.
Meski demikian, ia menegaskan usai pertandingan bahwa dirinya belum berniat pensiun. Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun, sekaligus yang ketiga sejak ia kehilangan gelar juara secara mengejutkan dari Sean Strickland.
Sepanjang masa kejayaannya sebagai juara, Israel Adesanya dikenal sebagai petarung yang sangat aktif, bahkan kerap masuk dalam perbincangan sebagai salah satu GOAT UFC di kelas menengah.
Ia meraih gelar interim pada April 2019, lalu menjadi juara tak terbantahkan pada Oktober 2019. Setelah itu, ia berhasil mempertahankan sabuknya sebanyak lima kali hingga Juli 2022. Adesanya juga sempat mencoba naik kelas untuk merebut gelar kelas berat ringan pada Maret 2021.
Perjalanan kariernya mulai mengalami pasang surut ketika ia kehilangan gelar dari Alex Pereira pada November 2022. Meski sempat merebut kembali sabuk tersebut pada April 2023, Adesanya kembali harus merelakannya setelah kalah dari Sean Strickland pada September 2023.
Secara keseluruhan, rata-rata jeda antar pertarungan perebutan gelar yang dijalani Adesanya hanya sedikit lebih dari lima bulan. Hal ini semakin menegaskan reputasinya sebagai juara yang aktif, konsisten, dan produktif di divisinya. (ind)
Load more