Ilia Topuria Akhirnya Blak-blakan Soal Laga Melawan Islam Makhachev, Bisa Jadi Dilema UFC
- Kolase tvOnenews.com / Instagram /khabib_nurmagomedov
tvOnenews.com - Pertarungan antara Ilia Topuria dan Islam Makhachev dianggap sebagai salah satu laga terbesar yang bisa digelar UFC saat ini. Namun, Topuria memiliki pandangan berbeda terkait potensi duel tersebut.
Kedua petarung sebenarnya sudah lama saling mengincar, tetapi belum pernah bertemu di dalam Octagon.
Hal ini disebabkan keputusan masing-masing untuk melepas sabuk juara dan naik ke divisi yang lebih tinggi.
- Instagram/Ilia Topuria
Kini, keduanya sama-sama telah meraih gelar di divisi baru. Topuria bahkan menyatakan kesiapannya untuk naik ke kelas welter demi menghadapi Makhachev.
Saat diminta pendapatnya sebagai seorang promotor, Topuria justru meragukan apakah pertarungan tersebut layak diprioritaskan dari sisi bisnis.
"Sejujurnya, saya tidak tahu," kata Topuria kepada Alvaro Colmenero dalam sebuah wawancara yang diterjemahkan h/t MMA Pros Pick dilansir dari MMA Junkie.
Ia menjelaskan bahwa mempertemukan dua petarung yang sama-sama berada di puncak karier bisa menjadi keputusan yang berisiko.
"Saya rasa jika saya seorang promotor, jika saya memprioritaskan bisnis, saya tidak tahu apakah itu ide yang bagus untuk mempertemukan kami berdua di puncak karier kami. Saya baru saja naik divisi, dan dia juga. Kami berdua memiliki basis penggemar masing-masing, jadi dengan mengalahkan Islam dalam kasus ini, Anda mengalahkan bintang Timur Tengah. Lalu apa yang tersisa? Ini agak rumit."
Menurutnya, aspek pasar dan basis penggemar menjadi pertimbangan penting bagi promotor dalam menentukan laga besar.
Sebelumnya, UFC sempat merencanakan duel tersebut berlangsung di ajang UFC Freedom 250 pada 14 Juni. Namun, rencana itu batal karena cedera yang dialami Makhachev.
Tak lama setelah itu, Islam Makhachev memberikan klarifikasi berbeda dalam akun X pribadinya. Ia menuding pihak Topuria sebagai penyebab batalnya pertarungan tersebut karena tuntutan bayaran yang dinilai tidak realistis.
"Aku lelah mendengar cerita bohong dari Topuria dan timnya. Aku mendapat telepon dan menerima pertarungan di Gedung Putih. Keesokan harinya, aku diberitahu bahwa dia meminta bayaran yang tidak realistis. UFC menolak, dan dia mundur. Itu saja, tidak ada yang lebih dari itu. Bahkan manajernya pun mengkonfirmasinya. Ilia, berhenti bicara. Setiap wawancara yang kau berikan menceritakan kisah yang berbeda. Kau mundur, dan kau tahu itu."
Sementara itu, Ilia Topuria dipastikan akan menghadapi juara interim kelas ringan Justin Gaethje dalam laga penyatuan gelar yang menjadi partai utama UFC Freedom 250 di The White House.
Load more