Justin Gaethje Akhirnya Buka-bukaan Situasi Sebenarnya di Balik Batalnya Duel Ilia Topuria vs Islam Makhachev
- Kolase tvOnenews.com / UFC / instagram Islam Makhachev
tvOnenews.com - Petarung kelas ringan UFC, Justin Gaethje mengungkapkan versinya terkait dinamika di balik persaingan Ilia Topuria dan Islam Makhachev dalam penentuan laga utama UFC di Gedung Putih.
Meski sempat berada di posisi yang berpotensi tersisih, Justin Gaethje justru akhirnya menjadi salah satu figur utama dalam ajang tersebut.
Setelah meraih gelar interim usai mengalahkan Paddy Pimblett pada Januari lalu, Gaethje sempat diproyeksikan menuju pertarungan penyatuan gelar besar.
- Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS
Namun, perhatian publik justru lebih banyak tertuju pada potensi duel lintas divisi antara juara dua kelas, Ilia Topuria dan Islam Makhachev.
Pada akhirnya, Justin Gaethje yang juga pemegang sabuk BMF tetap mendapatkan tempat utama setelah rencana pertarungan Makhachev tidak terealisasi. Ia bahkan mengetahui perkembangan tersebut saat menyaksikan pengumuman di UFC 326.
Menariknya, baik Gaethje maupun Makhachev berada di bawah manajemen yang sama, yakni Ali Abdelaziz dari Dominance MMA.
Dalam wawancara bersama Bloody Elbow melalui Duelbits, Justin Gaethje menjelaskan situasi yang ia pahami selama proses penentuan lawan.
“Dari sisi saya, ini cukup sederhana,” kata Gaethje.
“Saya selalu siap. Itu selalu menjadi pendekatan saya. Selalu ada banyak perbincangan seputar pertarungan di level ini. Berbagai percakapan, berbagai jadwal, hal-hal yang dikatakan orang di depan umum, tetapi tidak semua yang Anda dengar mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.” ujarnya.
“Yang bisa saya kendalikan adalah persiapan saya dan kemauan saya untuk maju ketika kesempatan itu ada. Dan ketika pertarungan ini terwujud, saya tidak ragu-ragu. Dalam olahraga ini, keadaan bisa berubah dengan cepat. Pertarungan bisa batal, situasi bisa berubah, dan Anda membutuhkan petarung yang siap untuk maju.”
“Itulah yang selalu saya lakukan sepanjang karier saya. Jadi, bagi saya, ini hanyalah kesempatan lain untuk tampil di level tertinggi dan menikmatinya.”
Ia juga menyinggung peran manajernya, Ali Abdelaziz, dalam menjaga fokus para petarung di tengah kompleksitas negosiasi laga besar.
Load more