Indonesia Kini Dilirik jadi Kiblat Modifikasi Ekstrem Otomotif Dunia
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Selama bertahun-tahun, kiblat modifikasi mesin ekstrem selalu tertuju pada Thailand, seolah Indonesia hanyalah pengikut yang sibuk meniru. Namun, hari ini sejarah baru tercipta.
Tim Johan Garage resmi memberikan “tamparan” keras bagi peta otomotif global melalui sebuah karya gila yang diklaim sebagai yang pertama di dunia yakni konversi cylinder head Yamaha Mio (5TL) standar menjadi sistem 6-klep—sebuah inovasi yang selama ini dianggap mustahil untuk dilakukan.
Bukan sekadar pamer jumlah katup, Tim Johan Garage membongkar habis logika engineering konvensional. Di ruang bakar yang sangat sempit, mereka berhasil menanamkan tiga katup isap (21mm, 19mm, 21mm) serta tiga katup buang (19mm, 17mm, 19mm).
“Mio 6-klep ini adalah bukti nyata kalau kita bisa, kita mampu, dan kita lebih presisi. Kami melakukan validasi dengan hardness tester untuk memastikan cylinder head ini layak dan aman untuk digaspol, bukan cuma buat pajangan,” tegas sang founder Johan Garage.
Seluruh komponen seperti noken as hingga platuk dikerjakan secara custom melalui Jorg Lathe dengan perhitungan matematis yang sangat matang. Hasil hebat ini adalah bukti nyata bahwa Tim Johan Garage memiliki skill selevel mekanik dunia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan sang owner yang ternyata merupakan pemuda Gen Z asli keturunan Bojonegoro. Walaupun masih belia, ia terbukti mampu bersaing dengan para senior kelas dunia dan sukses membangun sistem kerja yang membuat hal “mustahil” menjadi kenyataan di tangan timnya.
Biarpun sukses merantau di pusat industri, sifat ulet dan pantang menyerah khas “Wong Jonegoro” tetap menjadi kunci sukses di setiap karya timnya. Tantangan membangun 6-klep ini disebut sebagai “mimpi buruk” karena titik temu ujung batang klep dengan baut platuk harus benar-benar akurat 100 persen. Sedikit saja meleset, maka seluruh kerja keras harus dibuang dan dimulai kembali dari nol.
Sukses di level global tidak membuatnya lupa daratan. Sang owner memiliki visi besar untuk membuka lapangan kerja di kampung halaman agar anak muda Bojonegoro bisa mendapatkan skill hebat dan bekerja di industri kelas dunia. Merantau untuk belajar, pulang untuk membangun.
Load more