Board of Peace Bisa Gagal Berantakan Jika AS Serang Iran, Ini Kata Analis Timur Tengah
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan antara Amerika serikat dan Iran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring munculnya kekhawatiran potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pengamat menilai langkah militer yang diambil Amerika Serikat berisiko memicu perang regional dan mengganggu upaya perdamaian yang tengah berlangsung di wilayah Gaza.
Analis Timur Tengah tvOne Irfan Maulana menyebut, apabila Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan langsung ke Iran, hal tersebut dapat menggagalkan ambisi Presiden Donald trump untuk tampil sebagai tokoh perdamaian di Timur Tengah. Konflik regional dinilai akan kembali mengalihkan perhatian dunia dari penyelesaian konflik Gaza.
Menurut Irfan, Trump sebelumnya juga beberapa kali menyinggung soal kepemimpinan Iran, termasuk menuntut pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur.
Ia menilai agenda pergantian rezim di Iran telah lama menjadi bagian dari strategi negara-negara Barat bersama Israel, meski upaya tersebut menghadapi banyak hambatan di dalam negeri Iran.
Namun perkembangan terbaru menunjukkan adanya tanda-tanda meredanya ketegangan. Trump dikabarkan menyatakan bahwa Iran memberi isyarat bersedia bernegosiasi dan duduk kembali di meja perundingan terkait program nuklirnya.
Selain itu, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln yang sebelumnya berada di kawasan Laut Arab dilaporkan telah meninggalkan wilayah tersebut menuju Samudra Hindia. Pergerakan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat setidaknya menunda rencana serangan langsung terhadap Iran.
Di sisi lain, diplomasi kawasan juga disebut semakin aktif. Presiden Iran dilaporkan melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
Iran menegaskan posisinya tidak memiliki agenda menyerang negara-negara sekitar dan berupaya menjaga stabilitas regional.
Perdana Menteri Qatar juga disebut melakukan kunjungan ke Teheran untuk bertemu dengan pejabat tinggi keamanan Iran. Kunjungan ini memunculkan dugaan adanya peran Qatar sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, mengingat hubungan dekat Qatar dengan kedua negara.
Sejumlah pihak berharap jalur diplomasi yang intensif dapat mencegah konflik terbuka dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.