Setelah Kehilangan Race Engineer, Lewis Hamilton Kabarnya Malah Ditinggal Orang Terdekatnya Jelang F1 2026
- Facebook/Scuderia Ferrari
tvOnenews.com - Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan jelang bergulirnya ajang F1 2026 dalam waktu dekat ini.
Setelah kehilangan Race Engineer, Lewis Hamilton kini dikabarkan berpisah dengan manajernya.
Menurut laporan The Independent, juara dunia tujuh kali itu mengakhiri kerja sama dengan Marc Hynes menjelang seri pembuka di Australia.

- Facebook/Scuderia Ferrari
Perpisahan ini terjadi hanya sebulan sebelum musim baru dimulai, saat Hamilton tengah fokus bangkit bersama Ferrari.
Hynes sebelumnya menjabat sebagai Chief Executive Project 44, perusahaan manajemen Hamilton, pada periode 2015 hingga 2021.
Laporan tersebut juga menyebut Hynes akan bergabung dengan tim Cadillac F1, yang dijadwalkan debut pada musim 2026.
Kabar ini menambah dinamika persiapan Hamilton, setelah musim pertamanya bersama Ferrari pada 2025 berjalan sulit.
Untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, Hamilton gagal meraih satu pun podium dalam satu musim penuh.
Meski begitu, sinyal positif mulai terlihat dari performa awal Ferrari menghadapi regulasi baru F1 2026.
Usai tes privat di Barcelona, Hamilton mengaku cukup puas dengan progres timnya sejauh ini.
"Ketika Anda datang ke uji coba, Anda selalu ingin mendapatkan banyak jarak tempuh," kata Hamilton.
"Hari ini, saya melakukan 85 lap di pagi hari, yang luar biasa. Itu benar-benar berkat semua orang di pabrik yang telah melakukan pekerjaan hebat untuk memastikan bahwa mobil, sejauh ini, benar-benar andal," tambahnya.
"Tahun lalu kami memiliki awal yang lebih buruk dalam uji coba. Jadi, mengingat ini adalah serangkaian peraturan yang benar-benar baru, ini lebih baik daripada yang pernah kami alami di masa lalu, jadi saya sangat berharap itu berlanjut." pungkas Hamilton.
(akg)
Load more