Jadi Pelatih Balap Pribadi Maverick Vinales, Jorge Lorenzo Ungkap Kelebihan Top Gun dari Rider MotoGP Lain
- Instagram/Maverick Vinales
Jakarta, tvOnenews.com - Jorge Lorenzo mengemban tugas baru sebagai pelatih balap Maverick Vinales sejak akhir MotoGP 2025 kemarin.
Por Fuera menilai Maverick Vinales punya faktor yang membuatnya unggul ketimbang pembalap MotoGP lain.

- Instagram/MotoGP
"Menurut saya, Maverick adalah yang terbaik dalam hal kecepatan dan bakat," ujar Lorenzo di laman Speedweek.
"Dia hanya perlu paham beberapa hal, beberapa kesalahpahaman, dan detail teknis kecil. Namun, yang terpenting, aspek mental. Saya bisa bilang 70% mental dan hanya 30% teknis," lanjutnya.
Lorenzo sendiri mengaku awalnya sempat terkejut ketika Maverick Vinales memintanya menjadi pelatih pribadi mulai akhir musim MotoGP 2025.
Meski demikian, Lorenzo menegaskan bahwa ia sejak lama meyakini Vinales memiliki bakat besar yang hanya membutuhkan arahan yang tepat.
Keduanya sebenarnya bukan sosok asing. Lorenzo dan Vinales pernah bekerja sama secara profesional pada 2020, ketika Lorenzo menjalani peran sebagai test rider Yamaha.
Namun, setelah berpisah dengan Yamaha pada 2021, Lorenzo lebih banyak berkutat sebagai analis di DAZN serta mengelola siniar miliknya, Dura La Vita.
Vinales memang dikenal sebagai pembalap yang tidak mudah mempercayai orang lain.

- KTM MotoGP
Hal ini pula yang membuatnya kerap berganti crew chief selama membela Yamaha pada periode 2017–2021, sebelum akhirnya kembali bekerja dengan Juan Manuel Cazeaux saat membela Aprilia dan kini KTM.
Lorenzo pun mengaku tak menyangka Vinales akhirnya menaruh kepercayaan penuh kepadanya.
"Ya, itu bikin saya kaget. Di Mandalika, saat lengannya cedera, saya mengunjunginya di hotel dan dia bilang, 'Aku adalah petarung, aku akan melakukan apa pun yang kausuruh'. Saya pikir dia omong doang," kenangnya.
Namun, keraguan itu sirna ketika Vinales menunjukkan keseriusan luar biasa selama menjalani program latihan yang dirancang Lorenzo sepanjang musim dingin.
"Dia serius sekali. Dia hampir tidak bertemu anak-anaknya sejak Natal," tutur Lorenzo, seraya menyebut dukungan keluarga sebagai faktor penting.
"Itu hanya bisa dilakukan berkat dukungan istrinya, Raquel. Penting bahwa Raquel bilang padanya, 'Ayo, dalam 2-3 tahun ke depan, kau harus melakukan segalanya demi mewujudkan mimpimu.' Sebab, jika ingin jadi juara dunia, Anda harus memberikan yang terbaik," pungkas Lorenzo.
Load more