Mulai Gerah Ditanya soal Kontraknya di Ducati, Marc Marquez Sampai Bilang Begini..
- Instagram.com/@ducaticorse
Jakarta, tvOnenews.com - Marc Marquez kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai juara bertahan MotoGP, tetapi juga karena masa depannya bersama Ducati Lenovo Team yang hingga kini belum menemui kejelasan.
Pembalap asal Spanyol itu mengaku mulai jenuh mendapat pertanyaan serupa terkait kontraknya untuk musim 2027, seraya menegaskan bahwa jawabannya belum berubah.

- Ducati Corse
Menjelang bergulirnya MotoGP 2026, baru empat pembalap yang sudah mengantongi kontrak untuk musim 2027.
Sementara itu, kontrak Marquez akan berakhir pada penghujung musim ini.
Meski tampil sebagai juara bertahan, ia masih belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Ducati.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Salah satu rumor menyebut Marquez tengah mempertimbangkan peluang kembali ke tim pabrikan Honda, menyusul peningkatan performa yang ditunjukkan pabrikan berlogo Sayap Tunggal sepanjang musim 2025.
Sejak Januari lalu, Marquez menegaskan bahwa dirinya enggan berpindah tim jika sudah merasa nyaman.
Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya opsi lain di masa depan. Marquez bahkan menekankan bahwa keputusan kontrak tidak semata soal hasil balapan.
"Apakah kami akan lanjut di masa depan? Jawabannya sama. Saya masih butuh tes lebih dulu, secara pribadi untuk memahami bagaimana kondisi bahu saya, bagaimana sensasi tubuh saya," ujarnya.

- Instagram/Ducaticorse
"Sebab, ini bukan hanya tentang balapan. Namun, saya merasa cukup baik, dan sedikit demi sedikit kita makin dekat dengan masa depan yang baik," lanjut sembilan kali juara dunia tersebut.
Di tengah rumor kontrak, Marquez juga merespons statusnya sebagai favorit juara dunia MotoGP 2026 dengan nada merendah.
Terlebih, Ducati Desmosedici GP26 tampil menjanjikan sepanjang tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada 3–5 Februari 2026.
"Bagi saya, yang berubah (pada musim ini) adalah kita semua memulai dari nol poin. Persaingan lah yang membuat balapan begitu seru. Itulah mengapa disebut MotoGP," ujar pembalap berusia 32 tahun itu.
"Balapan selalu berkembang. Kami mencoba menemukan konsep dan level yang berbeda. Persaingan pasti akan terus meningkat, dan ini akan menjadi tahun yang berat," tukas eks pembalap Repsol Honda tersebut.
Load more