Bos Mercedes Geram Dituding Pakai Mesin Ilegal F1 2026, Tegaskan Power Unit yang Mereka Gunakan Sudah Sesuai Aturan
- Facebook/Mercedes AMG
tvOnenews.com - Menjelang F1 2026, polemik soal power unit mulai memanas. Mercedes dan Red Bull dituding memanfaatkan celah regulasi rasio kompresi mesin.
Aturan baru membatasi rasio kompresi maksimal 16,0, turun dari 18,0 pada regulasi sebelumnya. Namun, metode pengukuran memicu perdebatan.
Celah disebut muncul karena pengukuran hanya dilakukan pada suhu sekitar, bukan saat mesin bekerja penuh di lintasan.

- Mercedes AMG Petronas
Ferrari, Audi, dan Honda bahkan mengirim surat resmi ke FIA. Pertemuan dengan pabrikan digelar untuk membahas persoalan tersebut jelang F1 2026.
Bos Mercedes, Toto Wolff, langsung bereaksi keras atas tudingan itu. Ia menilai isu tersebut terlalu dibesar-besarkan.
“Mengenai masalah mesin, saya tidak mengerti mengapa beberapa tim lebih fokus pada tim lain dan terus memperdebatkan kasus yang sangat jelas dan transparan,” kata Wolff.
“Komunikasi dengan FIA sangat positif selama ini, dan bukan hanya pada masalah kompresi tetapi juga pada hal-hal lain. Dan, khususnya di area itu, peraturan yang berlaku sangat jelas. Prosedur standar untuk semua mesin, bahkan di luar Formula 1, juga sangat jelas." lanjutnya.
Wolff menegaskan timnya tidak melanggar aturan apa pun. Ia menyindir pihak yang terus menggulirkan isu tersebut.

- Facebook/Mercedes AMG
“Saya dapat mengatakan, setidaknya dari kami di sini, kami berusaha meminimalkan gangguan." terang Wolff.
“Tetapi mungkin kami berbeda. Mungkin Anda ingin mencari alasan bahkan sebelum memulai, sementara keadaan tidak baik." tambahnya.
Saat ditanya soal potensi protes di Australia, Wolff tegas menjawab Power Unit tersebut legal.
“Power Unit tersebut sesuai dengan bagaimana peraturan ditulis, dan unit daya tersebut sesuai dengan bagaimana pemeriksaan dilakukan." yngkap Wolff.
“Dan Power Unit tersebut sesuai dengan bagaimana hal-hal ini diukur pada kendaraan lain mana pun.” tutupnya.
(akg)
Load more