Dari Superbike ke MotoGP, Bos Pramac Yamaha Angkat Topi untuk Adaptasi Cepat Toprak Razgatlioglu dengan YZR-M1
- Instagram/Toprak Razgatlioglu
Jakarta, tvOnenews.com - Adaptasi cepat Toprak Razgatlioglu menuju MotoGP mulai memunculkan optimisme di internal Pramac Racing.
Manajer tim, Gino Borsoi, menilai sang pembalap hanya tinggal menyempurnakan detail kecil sebelum benar-benar siap bersaing di kelas utama.

- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Toprak datang ke MotoGP 2026 dengan reputasi mentereng. Ia sebelumnya meraih tiga gelar World Superbike (2021, 2024, 2025), prestasi yang membuat Yamaha terpikat dan membawanya ke tim satelit Pramac Racing.
Meski berstatus debutan, ekspektasi terhadap pembalap Turki berusia 29 tahun itu terbilang tinggi.
Sejumlah tes pramusim telah ia jalani, termasuk di Valencia. Dari pengamatan awal, Borsoi melihat proses pembelajaran yang cepat, terutama dalam menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter motor MotoGP.
"Jelas sulit untuk memberikan gambaran tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan baginya untuk beradaptasi dengan MotoGP. Saya hanya bisa mengatakan bahwa, dari sedikit yang saya lihat di tes Valencia pada hari kedua, dia sudah mulai mengubah beberapa aspek gaya berkendaranya," ujar Borsoi, dikutip dari Motosan.
Salah satu sorotan utama adalah teknik pengereman Toprak yang selama ini menjadi kekuatannya di Superbike. Namun, pendekatan ekstrem yang efektif di WSBK tidak bisa diterapkan sepenuhnya di MotoGP.
"Kita semua tahu dia adalah seorang pengerem yang hebat, dan itu sangat penting, terutama di MotoGP. Gaya itu, jika diterapkan secara ekstrem di Superbike, tidak begitu efektif di MotoGP. Pada hari kedua, dia memahami hal ini, mulai memodifikasi beberapa hal, dan mulai mengubah pendekatannya terhadap rem depan," tambah Borsoi.
Tak hanya soal gaya pengereman, Toprak juga mulai membiasakan diri dengan teknologi baru seperti rem karbon, yang sebelumnya bukan bagian dari kebiasaannya.
Borsoi melihat kemauan belajar itu sebagai sinyal positif.
"Karena itu, masuk akal untuk berpikir bahwa jika ini adalah pendekatannya dalam dua hari, saya rasa pada pertengahan musim dia bisa menjadi pembalap yang kompetitif," tuturnya.
"Saya terkejut dengan pendekatannya; dia mudah diajak bekerja sama, dia memiliki bakat yang cukup besar yang sekarang perlu diasah," pungkas Borsoi.
Langkah berikutnya bagi Razgatlioglu adalah tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 21–22 Februari 2026.
Setelah itu, ia akan menjalani debut resminya di MotoGP pada seri pembuka Thailand awal Maret. Jika kurva adaptasinya terus menanjak, bukan tidak mungkin ia segera menjadi kuda hitam di musim perdananya.
(aes)
Load more