Bos Mercedes Ikut Heran Max Verstappen Gagal Finis di F1 GP China 2026: Masalahnya Ada Pada..
- Reuters
Meski demikian, Wolff mengakui ada beberapa aspek dari regulasi baru yang mungkin terasa kurang ideal bagi pembalap, terutama saat menjalani sesi kualifikasi.
“Dari sudut pandang pembalap, ketika berbicara tentang lap kualifikasi yang benar-benar maksimal, memang situasinya berbeda.”
Ia menjelaskan bahwa strategi menghemat energi seperti “lift and coast” saat kualifikasi menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap agresif seperti Verstappen.
“Jelas, harus melakukan lift and coast saat lap kualifikasi bagi pembalap seperti Max yang selalu menyerang penuh tentu sulit untuk diterima.”
Meski demikian, Wolff menilai persoalan utama tetap terletak pada mobil Red Bull, bukan regulasinya.
“Tapi saya kira ini lebih merupakan masalah spesifik pada mobil yang memperbesar masalah tersebut. Karena jika Anda menonton dari televisi atau layar, bahkan Max mungkin akan mengatakan balapan di depan cukup menarik.”
Sebelumnya, Verstappen menegaskan bahwa kritiknya terhadap regulasi baru tetap akan ia sampaikan bahkan jika dirinya sedang bersaing di barisan depan.
Namun Wolff percaya kritik tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan para penggemar.
“Lap kualifikasi yang benar-benar flat out tentu akan bagus. Tetapi jika Anda melihat para penggemar di tribun, kegembiraan mereka saat ada aksi menyalip, juga di media sosial terutama dari penggemar muda, mayoritas dari berbagai demografi menyukai olahraga ini saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data yang dimiliki Formula 1 juga menunjukkan respons positif dari penggemar.
“Ya, kita selalu bisa melihat bagaimana cara meningkatkannya. Tetapi saat ini semua indikator dan data menunjukkan orang-orang menyukainya.”
Wolff bahkan mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, yang memiliki pandangan serupa.
“Saya berbicara dengan Stefano dan dia juga mengatakan hal yang sama. Jadi, mungkin yang tidak menyenangkan bagi sebagian orang adalah mengendarai mobilnya,” kata Wolff.
(aes)
Load more