Mantan Manajer Tegaskan Kegagalan di Seri Pembuka MotoGP 2026 Bukan Masalah Serius bagi Ducati
- Facebook/MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan manajer tim MotoGP, Francesco Guidotti, menepis anggapan bahwa Ducati Lenovo Team mengalami bencana pada seri pembuka MotoGP musim 2026 di Thai Grand Prix 2026.
Menurut Guidotti, hasil kurang maksimal Ducati di balapan pembuka justru lebih mencerminkan betapa dominannya pabrikan asal Italia itu dalam beberapa tahun terakhir, bukan karena adanya masalah besar pada performa motor mereka.
- Reuters
Seperti diketahui, balapan di Buriram sekaligus mengakhiri catatan luar biasa Ducati yang sebelumnya mencatat 88 podium beruntun di MotoGP.
Pada seri tersebut, para pembalap Aprilia Racing tampil impresif dengan menempatkan empat rider di posisi lima besar. Pembalap Italia Marco Bezzecchi menjadi yang terdepan dengan meraih kemenangan.
Sementara itu, juara dunia bertahan Marc Marquez sebenarnya berpeluang naik podium sebelum mengalami kerusakan pada pelek roda di fase akhir balapan.
“Tentu saja GP Thailand terlihat seperti bencana besar bagi Ducati, tetapi hanya jika dibandingkan dengan hasil mereka di masa lalu,” ujar Guidotti kepada Speedweek.com.
“Secara realistis, hasil seperti di GP Thailand sebenarnya cukup normal dan menurut saya bukanlah drama bagi Ducati.”
Guidotti Soroti Performa Aprilia di Seri Pembuka MotoGP 2026
Guidotti juga memuji performa Aprilia yang tampil kuat sepanjang akhir pekan, tetapi ia menilai keberhasilan Bezzecchi juga dipengaruhi oleh kecocokannya dengan karakter ban tertentu.
“Tentu saja Aprilia melakukan pekerjaan yang sangat baik, mereka berhasil menutup jarak,” katanya.
“Namun Bezzecchi juga mampu membuat perbedaan di Buriram karena dia adalah salah satu dari sedikit pembalap yang menyukai konstruksi ban belakang khusus dari Michelin, yang biasanya hanya digunakan di Mandalika dan Red Bull Ring.”
Guidotti juga menilai kembalinya Marquez ke barisan depan setelah periode sulit adalah perkembangan positif.
“Marc kembali ke barisan depan setelah lama absen. Dalam kondisi normal, dia seharusnya bisa meraih dua podium di awal musim, dan itu sudah lebih dari cukup.”
Selain itu, ia juga menyoroti performa pembalap VR46 Racing Team, yakni Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, yang dinilainya tetap menunjukkan kecepatan kompetitif meskipun mengalami kendala teknis dan start yang kurang baik.
Sementara di tim Gresini Racing, Guidotti menilai Alex Marquez kemungkinan merasakan tekanan ekspektasi tinggi dari tim pabrikan.
Menurutnya, tekanan tersebut membuat sang pembalap berakhir dengan terjatuh ke gravel di tengah balapan.
Di sisi lain, performa rekan setim Marquez di Ducati, Francesco Bagnaia, menjadi satu-satunya hal yang menurut Guidotti masih menimbulkan tanda tanya.
“Dia menunjukkan sepanjang musim dingin bahwa kecepatannya setara dengan para pembalap Ducati lainnya, tetapi dia tidak mampu menerjemahkan itu menjadi hasil balapan tanpa alasan yang jelas,” ujar Guidotti.
Meski demikian, ia tetap menilai performa Bagnaia secara keseluruhan masih cukup baik.
“Secara keseluruhan, dia melakukan pekerjaan yang bagus.”
Guidotti juga mengingatkan bahwa terlalu dini menilai kekuatan tim hanya dari satu balapan.
“Anda tidak bisa mengatakan banyak hal setelah satu GP saja, tetapi salah satu tujuan utama adalah membuat semua pembalap Ducati tampil cepat bersama-sama, dan mereka sudah semakin mendekati itu.”
“Namun mungkin mereka memang kehilangan sedikit waktu di area lain selama musim dingin.”
“Meski begitu, saya tidak melihat adanya masalah besar bagi Ducati.”
Seri kedua MotoGP 2026 sendiri akan digelar akhir pekan ini di Autodromo Internacional Ayrton Senna, yang akan menjadi tantangan baru bagi seluruh tim dan pembalap.
(aes)
Load more