News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Terus Kritik Regulasi Baru F1 2026, Max Verstappen Kembali Lontarkan Komentar Pedas! Ia Sampai Menyebut...

Pembalap tim Red Bull Racing, Max Verstappen, kembali melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru Formula 1 2026 usai gelaran F1 GP China 2026 kemarin.
Selasa, 17 Maret 2026 - 15:26 WIB
Pembalap Red Bull, Max Verstappen
Sumber :
  • Oracle Red Bull Racing

tvOnenews.com - Pembalap tim Red Bull Racing, Max Verstappen, kembali melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru Formula 1 2026 usai gelaran F1 GP China 2026 kemarin.

Sebagaimana kita tahu, Max Verstappen konsisten menjadi suara paling keras menentang perubahan besar pada aturan teknis di F1 2026 ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Regulasi terbaru mengubah konsep sasis dan power unit dengan porsi tenaga hampir seimbang antara mesin dan elektrifikasi.

Max Verstappen gagal finis di F1 GP China 2026
Max Verstappen gagal finis di F1 GP China 2026
Sumber :
  • Reuters

Sejak pramusim, Verstappen sudah menyindir mobil baru F1 seperti Formula E dengan steroid.

Setelah gagal finis di GP China akibat masalah pendinginan ERS, kritiknya kembali memanas.

Pemilik 4 gelar juara dunia itu bahkan mengatakan orang-orang yang menyukai regulasi baru sebagai prang yang tidak mengerti balapan.

“Ini mengerikan. Saya tidak tahu. Jika seseorang menyukai ini, maka Anda benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu,” kata Verstappen.

“Ini sama sekali tidak menyenangkan. Ini seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan.” lanjutnya.

“Anda melaju kencang, lalu baterai habis di lintasan lurus berikutnya, mereka melaju kencang lagi dan menyalip Anda. Bagi saya, itu lelucon.” tambah Max Verstappen.

Verstappen juga menilai regulasi ini belum menghadirkan persaingan yang ideal di lintasan.

Ia menyoroti dominasi Mercedes dalam dua seri awal musim.

Pembalap Red Bull, Max Verstappen
Pembalap Red Bull, Max Verstappen
Sumber :
  • Oracle Red Bull Racing

“Hanya Kimi dan George yang menang, jadi tidak ada persaingan yang ketat. Mereka jauh di depan para pesaing,” katanya.

“Hanya saja Ferrari memiliki start yang bagus yang mendorong mereka ke depan, kemudian butuh beberapa lap untuk menyelesaikan semuanya. Tapi, ini tidak ada hubungannya dengan balapan, dan saya akan mengatakan hal yang sama jika saya memenangkan balapan karena saya peduli dengan produk balap," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bukan berarti saya kesal dengan posisi saya sekarang, karena saya justru berjuang lebih keras karena Anda harus lebih memahami apa yang harus Anda lakukan. Bagi saya, ini lelucon.” tutupnya.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT