Gagal Juara Lagi di Brasil, Ducati Akhirnya Sadar Tak Bisa Terus Andalkan Marc Marquez
- Facebook/MotoGP
Jakarta, tvOnenews.com - Ducati mengakui harus segera meningkatkan performa jika ingin kembali bersaing di papan atas MotoGP 2026. Tim asal Italia itu menyadari tidak bisa terus bergantung pada kemampuan bintang mereka, Marc Marquez, untuk menutupi kekurangan motor.
Awal musim ini menjadi salah satu yang tersulit bagi Ducati dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, Aprilia tampil dominan dengan menyapu dua seri pembuka di Thailand dan Brasil, sekaligus memimpin klasemen sementara.
- Reuters
Meski Marquez sempat tampil impresif dengan memenangi sprint race di Goiania, performa Ducati di balapan utama belum mampu menandingi kekuatan Aprilia.
Pada balapan Minggu, Marco Bezzecchi memimpin finis 1-2 bersama rekan setimnya Jorge Martin.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan timnya harus fokus memperbaiki performa Desmosedici, bukan hanya mengandalkan talenta Marquez, terlebih sang pembalap masih dalam pemulihan cedera bahu.
“Saat ini kami juga punya Marc yang belum 100 persen secara fisik, tapi itu bukan alasan karena Ducati lain juga tertinggal. Kami tidak bisa selalu mengandalkan talenta Marc untuk menutupi kekurangan kami,” ujar Tardozzi.
“Marc memang belum 100 persen, tetapi seperti semua juara besar, dia tidak menjadikannya alasan dan tetap bekerja keras untuk meraih hasil terbaik,” lanjutnya.
Sementara itu, Aprilia yang sebelumnya kerap berada di barisan belakang kini menjelma menjadi pesaing utama Ducati.
Perkembangan pesat mereka dalam satu tahun terakhir membuat peta persaingan MotoGP berubah signifikan.
Ducati sendiri mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan sejak musim lalu, ketika Francesco Bagnaia kesulitan tampil konsisten di depan. Situasi semakin kompleks setelah tim satelit Pramac beralih ke Yamaha, sehingga jumlah motor Ducati di grid berkurang.
Selain itu, perubahan teknis seperti penggunaan ban belakang baru dari Michelin serta hadirnya sirkuit Goiania juga menambah ketidakpastian di awal musim.
Gambaran kekuatan sebenarnya diperkirakan baru akan terlihat jelas pada seri ketiga di Austin.
Tardozzi mengungkapkan Ducati sebenarnya sudah memahami akar masalah yang dihadapi, dan General Manager Gigi Dall’Igna tengah bekerja mencari solusi.
“Pertama-tama, selamat untuk Aprilia, mereka melakukan pekerjaan luar biasa sejak tahun lalu. Mereka sangat kompetitif sejak pertengahan musim lalu dan kini membuat lompatan besar,” kata Tardozzi.
“Saya pikir mereka akan tetap kuat di Austin, tetapi saya yakin Ducati akan lebih dekat. Kami tahu masalahnya dan sedang mencari cara untuk mengatasinya.”
“Di area di mana kami tertinggal, Gigi sudah bekerja sejak musim dingin untuk membantu kami mengejar. Jelas Aprilia melakukan pekerjaan yang sangat baik dan tidak akan mudah,” tambahnya.
Ia juga menegaskan dua seri awal memberikan banyak pelajaran bagi Ducati.
“Ini adalah dua balapan yang sangat sulit dan memberi kami banyak pelajaran. Sekarang kami tidak lagi sendirian. Rival kami berkembang pesat dan kami harus membuktikan bahwa Ducati mampu mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Di sisi lain, awal musim sulit juga dialami Bagnaia. Pembalap Italia itu kembali gagal finis di Brasil setelah terjatuh saat berada di luar 10 besar.
Tardozzi menilai Ducati perlu memberikan motor yang lebih nyaman untuk Bagnaia, meski ia juga mengakui kesalahan di sesi kualifikasi turut memengaruhi hasil balapan.
“Itu bukan nasib buruk, tapi kesalahan yang muncul karena kami belum bisa memberinya rasa percaya diri untuk balapan maksimal. Namun dia sendiri mengakui masalahnya berasal dari kesalahan di kualifikasi hari Sabtu,” kata Tardozzi.
(aes)
Load more