Aprilia-Ducati Masih Jadi Ancaman, Pedro Acosta Pede KTM Termukan Celah di MotoGP 2026
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Dua tim asal Italia, Aprilia dan Ducati diprediksi masih akan bersaing ketat di ajang MotoGP 2026.
Dominasi performa keduanya tidak hanya terlihat dari hasil balapan, tetapi juga dari konsistensi mereka menempatkan pembalap di papan atas klasemen.
- Reuters
Situasi ini menciptakan tekanan tersendiri bagi tim-tim lain, termasuk Red Bull KTM, yang tengah berupaya mengejar ketertinggalan.
Di tengah lanskap kompetitif tersebut, Pedro Acosta muncul sebagai salah satu penantang yang mencoba menjaga asa. Alih-alih melihat dominasi rival sebagai hambatan mutlak, ia memposisikannya sebagai tolok ukur untuk mendorong peningkatan performa timnya.
Meski mengakui bahwa motor dari dua pabrikan Italia itu memiliki keunggulan signifikan, ia tetap percaya bahwa peluang untuk mengganggu dominasi tersebut masih terbuka.
"Sulit untuk melakukan kesalahan pada tahap di mana Anda mencoba untuk mengimbangi para pembalap Aprilia. Ducati masih sangat kompetitif dengan kedua pembalapnya," kata Pedro Acosta.
Klasemen sementara setelah tiga seri awal memperlihatkan betapa kuatnya cengkeraman Aprilia dan Ducati.
Marco Bezzecchi memimpin, diikuti Jorge Martín, sementara Acosta berada dalam posisi membayangi di urutan ketiga.
Nama-nama seperti Fabio Di Giannantonio dan Marc Márquez turut meramaikan persaingan di lima besar, mempertegas betapa ketatnya kompetisi musim ini.
Dalam pandangan Acosta, kekuatan utama Aprilia dan Ducati terletak pada kemampuan mereka menghadirkan paket motor yang stabil dan cepat di berbagai kondisi lintasan.
"Waktu akan menjawabnya. Saat ini, setiap balapan adalah misteri. Di luar Eropa, motor kami berkinerja cukup baik; kami kurang lebih mampu mengimbangi Aprilia dan Ducati," sambung Acosta.
Hal ini membuat pembalap lain sulit menemukan celah untuk mengungguli mereka tanpa melakukan kesalahan sekecil apa pun. Ia juga menilai bahwa setiap seri kini menjadi arena yang penuh ketidakpastian, karena selisih performa yang tipis menuntut konsistensi tinggi.
Meski begitu, ada secercah optimisme dari kubu KTM. Acosta menilai bahwa di luar sirkuit Eropa, performa motor mereka relatif mampu menyaingi para rival.
Artinya, masih ada ruang pengembangan yang bisa dimaksimalkan untuk memperkecil jarak tersebut.
Ujian berikutnya akan hadir di Circuito de Jerez, yang akan menjadi tuan rumah seri keempat pada 24–26 April 2026. Lintasan ini dikenal memiliki karakter teknis yang dapat menguji keseimbangan motor, sehingga menjadi barometer penting bagi perkembangan KTM.
Bagi Acosta, balapan di Jerez bukan sekadar seri lanjutan, melainkan kesempatan untuk mengukur sejauh mana timnya mampu keluar dari bayang-bayang dominasi Aprilia dan Ducati.
Pada akhirnya, target realistis yang diusung saat ini adalah menjaga konsistensi finis di lima besar, sembari terus mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Dengan musim yang masih panjang, dinamika persaingan masih sangat mungkin berubah.
(aes)
Load more