Max Verstappen Tak Habis Pikir, Red Bull Terus Dihantui Nasib Buruk di F1 2026: Kayak Nabrak Kucing Hitam
- Oracle Red Bull Racing
"Aku terjebak, kawan. S** mobil ini. B*! Tak bisa dipercaya. S** ini!" ujar Max.
Ledakan emosi tersebut memperlihatkan betapa frustrasinya Verstappen menghadapi masalah yang terus menghantui Red Bull sepanjang musim.
Situasi sulit yang dialami Red Bull membuat Verstappen mulai meragukan peluang timnya mengulang kebangkitan seperti musim lalu.
Pada Formula 1 2025, Red Bull sempat mengalami penurunan performa sebelum akhirnya mampu kembali kompetitif pada paruh kedua musim.
Namun kali ini, Verstappen merasa kondisinya berbeda.
"Anda juga harus berurusan dengan batasan biaya. Karena itu, Anda tidak bisa terus-menerus menambahkan banyak peningkatan pada mobil."
Menurutnya, regulasi cost cap membuat setiap tim harus lebih berhati-hati dalam membawa paket pengembangan.
"Kami akan terus mengevaluasi semuanya dari balapan ke balapan, tetapi sekali lagi, di trek yang sangat terbatas dalam hal manajemen energi, kami tampaknya lebih kesulitan."
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Red Bull masih belum menemukan solusi untuk kelemahan utama mobil RB22.
Kekhawatiran Verstappen tak hanya berhenti di Silverstone.
Ia memperkirakan karakteristik dua sirkuit berikutnya, yakni Spa-Francorchamps dan Monza, juga akan menjadi tantangan berat bagi Red Bull.
"Spa pada dasarnya akan sama, dan Monza juga."
"Itu sangat disayangkan karena Spa jelas merupakan salah satu trek favorit saya. Tapi tahun ini akan terasa sangat berbeda."
Perubahan regulasi mesin Formula 1 2026 membuat pengelolaan energi menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding musim-musim sebelumnya.
Sayangnya, justru di sektor inilah Red Bull masih tertinggal dari beberapa rivalnya.
Kondisi yang terus diwarnai masalah membuat Verstappen mulai realistis terhadap peluangnya mempertahankan gelar juara dunia.
Usai GP Austria, ia sempat ditanya apakah Red Bull masih bisa melakukan comeback seperti tahun sebelumnya.
Jawabannya terdengar singkat, tetapi cukup menggambarkan situasi yang sedang dihadapi tim.
"Mereka seharusnya tidak menanyakan pertanyaan itu lagi kepada saya."
Meski secara matematis peluang masih terbuka, Verstappen memahami bahwa mengejar para rival akan jauh lebih sulit apabila Red Bull belum mampu mengatasi persoalan reliabilitas dan performa mobil.
Load more